Aksi Jihad 139 Kepung Kantor Astra, Mahasiswa Minta Usut Kasus Kartel Motor

Safari
Aksi Jihad 139 Kepung Kantor Astra, Mahasiswa Minta Usut Kasus Kartel Motor

Jakarta, HanTer  - Kelompok mahasiswa mengatasnamakan Gerakan Lawan Mafia Kartel, mendatangi kantor Astra Honda Motor dan Astra International di Sunter Jakarta Utara, Jumat (13/9/2019).
 

Aksi bertajuk 'Aksi Jihad 139' kali ini terkait kasus kartel harga motor yang dilakukan oleh Honda dan Yamaha.

Korlap aksi Rahman menyatakan,  kartel harga motor ini terjadi pada produk sepeda motor skuter matik 110-125 cc. Praktik kartel itu mengakibatkan harga jual ke konsumen melambung tinggi. Konsumen pun dirugikan.

"KPPU sudah memutuskan, Honda Motor dan Yamaha Motor melanggar Undang Undang nomor 5 pasal 5 tahun 1999 tentang penetapan harga," ujar Rahman dengan berapi-api.

Rahman juga menjelaskan, keputusan KPPU tersebut sudah diperkuat oleh Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM). MA menguatkan vonis sebelumnya, yaitu Yamaha-Honda melakukan praktik kartel sehingga merugikan masyarakat. Yamaha dihukum denda Rp 25 miliar, sedangkan Honda dihukum Rp 22,5 miliar.

Aksi mahasiswa di kantor AHM dan Astra International ini mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, AHM harus segera meminta maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya konsumen atas permainan kartel. Kedua, turunkan harga motor yang diproduksi oleh AHM, jangan jadikan masyarakat sebagai korban atas persekonglolan AHM dan YIMM.

Ketiga, beri ruang demokrasi kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum tanpa adanya intervensi dan represif terhadap masyarakat yg menyampaikan aspirasi. Keempat, bayar denda untuk sangsi kasus kartel motor AHM dan kembalilan uang konsumen sekarang juga. Keempat, para mahasiswa mengajak masyarakat untuk melawan kelompok kartel yang ingin menguras ekonomi rakyat Indonesia jangan beri ruang kejayaan para mafia kartel.

"Kami akan melakukan aksi lagi hari Senin besok. Kami akan mengajak massa lebih besar, mahasiswa, pelajar, driver ojeg online, dan komponen masyarakat lain yang sudah menjadi korban kartel harga motor Honda dan Yamaha. Kami akan datangi Menara Astra, agar tuntutan kami didengar petinggi Astra di markas besarnya," pungkasnya.