Mengenang Pesan BJ Habibie: `Staf Beri Masukan Sampah, Pemimpin Akan Menghasilkan Keputusan Sampah`

Safari
Mengenang Pesan BJ Habibie: `Staf Beri Masukan Sampah, Pemimpin Akan Menghasilkan Keputusan Sampah`

Batam, HanTer - Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggalkan banyak kesan dan pesan bagi anak buahnya di Otorita Batam (kini bernama Badan Pengusahaan Batam), salah satunya garbage in, garbage out.

Mantan karyawan BP Kawasan Batam, Dendi Purnomo, Rabu menyampaikan Habibie banyak memberikan motivasi kepada karyawannya untuk berkata jujur, menyampaikan fakta perkembangan di lapangan.

"'Garbage in, garbage out', maksud beliau kalau staf memberi masukan sampah maka pemimpin akan menghasilkan keputusan sampah," ujarnya dilansir Antara.

Dendi, yang pernah menjabat sebagai  Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam mengisahkan kala itu bersama insinyur-insinyur muda kala itu diajarkan untuk bekerja keras, berani mengambil sikap dan memberikan masukan kepada pimpinan secara jujur.

Habibie juga memotivasi anak buahnya untuk berani menerapkan pendekatan teoritis dalam perencanaan pembangunan. "Dik jangan takut salah dalam membangun, itu semua proses," pesan habibie yang selalu dikenang Dendi.

Dendi menyampaikan rasa kagumnya dengan Habibie yang cepat dalam mengambil keputusan.

Ia bercerita, saat investasi di Batamindo berkembang pesat pada 1992, Habibie langsung merestui usulnya untuk terkait standar pembuangan limbah cair yang lebih ketat.

"Saya sebagai staf perencanaan dipercaya mempimpin tim kecil lingkungan hidup mengajukan standar pembuangan limbah cair yang lebih ketat dari nasional demi mencegah pencemaran waduk air minum dan BJ Habibie menyetujuinya," ujarnya.

Wafat Karena Usia
 
Putra BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie   mengonfirmasi penyebab Presiden Ketiga Republik Indonesia itu tutup usia karena faktor usia

"Karena sudah menua dan memakan usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu, kalau memang organ-organ itu degenerasi melemah, menjadi tidak kuat lagi," kata Thareq Kemal Habibie dalam pesan singkat yang diterima pada Rabu malam.

Anak kedua BJ Habibie itu mengatakan,  Habibie tutup usia di umur 83 tahun pada Rabu pukul 18.05 WIB di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Sampai titik terakhir saya masih ada di situ tapi hari ini pada tanggal 11 September 2019 jam 18 lebih lima, Presiden RI Ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, sudah meninggal," ujar Thareq.

Thareq mengapresiasi kinerja dokter yang telah menangani kondisi kesehatan Habibie selama empat hari terakhir.

Ia turut memohon doa dari seluruh masyarakat setelah berpulangnya tokoh besar yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 1998-1999 itu.

Sebelumnya, sejak Minggu (8/9) Habibie dirawat secara intensif di RSPAD Gatot Subroto.