Perusahaan Asal Bandung Berinovasi  Ubah Sampah Jadi  Energi Listrik 

Safari
Perusahaan Asal Bandung Berinovasi  Ubah Sampah Jadi  Energi Listrik 
Solusi mengatasi sampah yang dilakukan PT Hariff Daya Tunggal Engineering dengan  mengembangkan metode pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi lokal. 

Jakarta, HanTer - Hingga saat ini sampah masih menjadi problem kota-kota besar di Indonesia. Di DKI Jakarta saja, Dinas Kebersihan mencatat setiap harinya 7 ribu ton sampah dihasilkan dari pemukiman maupun perkantoran. Jumlah tersebut terus meningkat setiap harinya,  karena gaya hidup orang yang sulit  berubah, terutama terkait  penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. 

Hal tersebut juga diperparah dengan tempat-tempat penampungan sampah yang kondisinya memprihatinkan. Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sangat kritis, sementara mendapatkan lahan untuk TPA baru juga sudah sangat sulit dan mahal. 
Tatakelola sampah masih belum berjalan secara benar dan optimal, sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 18 tahun 2008 tentang Sampah. 

Problem sampah membuat PT Hariff Daya Tunggal Engineering (HDTE), perusahaan yang bergerak dibidang energy terbarukan mencoba mencari solusi. Direktur Marketing PT HDTE, Achmad Setiawan mengatakan, solusi mengatasi sampah yang dilakukan pihaknya adalah dengan  mengembangkan metode pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi lokal. 

 “Metode tersebut dikenal dengan metode Fermentasi/Peuyeumisasi, yaitu suatu proses pengolahan sampah menggunakan bakteri  “Bioactivator”," ujar Achmad Setiawan di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Setiawan memaparkan, bioactivator hasil kreasi PT HDTE berbentuk cairan dan berisi bakteri-bakteri positif.  Proses fermentasi dilakukan dengan cara merendam sampah dengan Bioactivator, setelah difermentasi bisa meningkatkan kalori conten dari 1200 Kcal/kg menjadi sekitar 2600-3000 Kcal/kg. Sampah kemudian dijadikan Briket atau Pellet untuk diproses melalui gasifikasi menjadi bahan bakar gas engine (genset) atau sebagai campuran batubara di PLTU. 

Saat ini PT HDTE telah bekerjasama dengan LIPI untuk Uji coba Biomass coal fermented (BCF) sebagai penghasil listrik dengan metode gasifikasi. Hasilnya sangat memuaskan, briket sampah bisa membangkitkan generator listrik. 
Untuk 100 Kilogram briket sampah bisa menghasilkan 50n- 70n Kwh, dengan kalori briket sekitar 2400- 4000. 
Dengan jumlah tersebut maka bisa digunakan oleh sekitar 7-8 rumah, dengan masing masing rumah sekitar 1300 Watt. 

“ Dengan jumlah  100 Kg, Genset bisa bertahan sekitar 5 jam,” jelasnya.

Lebih lanjut Achmad Setiawan mengatakan, briket sampah ini bisa menjadi solusi bagi daerah daerah yang belum tersentuh aliran listrik. karena bisa menghasilkan energy listrik dengan sangat mudah, cukup mengubah sampah menjadi briket. Sementara bahan baku sampah juga sangat mudah diperoleh.Pengolahan sampah menjadi energy ini bisa juga menjadi solusi mengatasi problem sampah yang dihadapi oleh pemerintah dan kalangan swasta.

"Masyarakat bisa mengelola sampah memiliki nilai tambah ekonomis, melalui proses fermentasi dan pembuatan briket atau pelet sampah.  Briket sampah ini siap digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik," paparnya.