Bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah

Tolak Disertasi Abdul Aziz Bolehkan Hubungan Seks Tanpa Ikatan Pernikahan

Safari
Tolak Disertasi Abdul Aziz Bolehkan Hubungan Seks Tanpa Ikatan Pernikahan
Abdul Aziz mahasiswa doktoral UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jakarta, HanTer—Heboh disertasi milik Abdul Aziz mahasiswa doktoral UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang melegalkan hubungan seksual di luar nikah. Hasil penelitian Abdul Aziz ini bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah serta kesepakatan ulama. Juga sebagai bentuk penistaan agama berkedok ilmiah.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Almuzzammil Yusuf menilai disertasi tentang keabsahan hubungan seksual di luar pernikahan yang dibuat Abdul Aziz dapat mengancam harmoni keluarga di Indonesia.

"Disertasi itu adalah virus yang berpotensi memasyarakatkan hubungan bebas yang akan menghancurkan kekukuhan dan harmoni keluarga Indonesia," kata Muzzammil melalui siaran pers dari Bidang Humas DPP PKS yang diterima di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Muzzammil juga menilai disertasi tersebut sebagai bentuk penistaan agama berkedok ilmiah yang ingin melegalkan hubungan seksual di luar pernikahan.

Apalagi, ia mengatakan, penulis menyatakan rekomendasi disertasi tersebut untuk menjadi rujukan pembaharuan fikih Islam, pembaharuan keluarga Islam dan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang sedang dibahas DPR bersama pemerintah.

Menurut Muzzammil, calon doktor dan penguji yang meluluskan disertasi tersebut telah menginjak prinsip Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Pada saat yang sama, mereka secara bersama-sama telah menginjak amanat Konstitusi Pasal 31 Ayat (3).

“Pasal itu berbunyi Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang," tuturnya.

Muzzammil mengatakan musibah terbesar sebuah bangsa adalah bila ada oknum akademisi yang merasa aman bebas leluasa menjadikan kampus sebagai pusat penyebaran pemikiran batil seperti menghalalkan hubungan di luar nikah.

Muzzammil berharap Presiden Joko Widodo, para ulama, para akademisi, dan para anggota DPR RI bersatu untuk menolak disertasi tersebut sehingga tidak menjadi virus yang berbahaya bagi sendi-sendi berkeluarga.

Menyimpang

Terpisah, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Yunahar Ilyas menyikapi disertasi milik Abdul Aziz sebagai hal yang menyimpang. "Hasil penelitian Saudara Abdul Aziz terhadap konsep "milk Al Yamin Muhammad Syahrur" yang membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan saat ini bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah serta kesepakatan ulama," kata Yunahar kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan disertasi itu masuk dalam katagori pemikiran yang menyimpang dan harus ditolak karena dapat menimbulkan kerusakan moral/akhlak umat dan bangsa.

Menurut Yunahar, konsep hubungan seksual nonmarital tidak sesuai diterapkan di Indonesia karena mengarah kepada praktik kehidupan seks bebas.

Seks bebas, kata dia, bertentangan dengan tuntunan ajaran agama, norma susila yang berlaku dan norma hukum yang berlaku di Indonesia antara lain yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan nilai-nilai Pancasila.

Merevisi

Sementara itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta meminta mahasiswa doktoral Abdul Aziz merevisi disertasi kontroversialnya yang berjudul "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrour sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non-Marital" sebagai syarat kelulusan.

Abdul Aziz yang dihadirkan dalam jumpa pers, di Aula Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga (Suka), Yogyakarta, Selasa, sebagaimana dilansir Antara, menyatakan siap merevisi disertasinya berdasarkan atas kritik dan masukan dari para promotor dan penguji saat ujian terbuka serta kontroversi yang muncul mengenai disertasinya.

"Mempertimbangkan kontroversi terkait disertasi yang saya tulis yang berjudul "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrour sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non-Marital", maka saya menyatakan akan merevisi disertasi tersebut," kata Abdul Aziz.