Kasus Dugaan Korupsi Rp211 Miliar; Kejagung Periksa Dirut PT Indofarma

zamzam
Kasus Dugaan Korupsi Rp211 Miliar; Kejagung Periksa Dirut PT Indofarma

Jakarta, HanTer - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Manager PT Kimia Farma (persero), Tulus Warjono dan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika, Baharuddin terkait dugaan korupsi Rp211 miliar. 

Keduanya diperiksa sebagai saksi dugan korupsi pengadaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan untuk penyediaan obat penyakit AIDS pada kementrian Kesehatan tahun anggaran 2016.

"Penyidik pidana khusus telah memanggil Tulus Warjono sebagai manager akuntansi PT Kimia Farma (persero) dan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika, Baharuddin sebagai saksi," ujar  Kapuspenkum Kejagung, Mukri di Kejagung, Rabu (4/9/2019).

Dia menerangkan pemeriksaan Tulus Warjono terkait pembayaran dan penerimaan atas penjualan obat Aids dan PMS kepada PT. Kimia Farma Trading & Distribution dan pembelian obat Aids dan PMS ke perusahaan Myland dan Hetero.
 
"Sedangkan Baharuddin diperiksa soal  proses pembelian obat Aids dan PMS ke PT. Pratapa Nirmala untuk pengadaan obat di Kementerian Kesehatan tahun 2016," ujarnya.  

Kasus berawal pada 2016, dimana Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan dana yang bersumber dari APBN telah melaksanakan pengadaan obat, vaksin, dan perbekalan kesehatan (penyediaan obat untuk penyakit AIDS dan PMS) Tahap I dan selaku penyedia barang yaitu, PT. Kimia Farma Trading & Distribution dengan nilai kontrak sebesar Rp.211.649.987.736,-. 

Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme pelelangan umum, kemudian dalam pelaksanaannya pengadaan obat AIDS dan PMS tersebut diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Peraturan-Peraturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.