Maruarar Sirait: Rizal Djalil, Politisi yang Kedepankan Kepentingan Negara

Danial
Maruarar Sirait: Rizal Djalil, Politisi yang Kedepankan Kepentingan Negara
Prof Rizal Djalil (kiri) dalam acara bedah buku Prof. Rizal Djalil, dengan pembicara, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan Letjen (Purn) M.Yunus Yosfiah di Media Center Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Jakarta, HanTer - Anggota DPR RI Fraksi PDIP Maruarar Sirait mengatakan, Rizal Djalil adalah salah satu politikus yang duduk di lembaga negara dan terbukti tidak mementingkan partai atau kelompoknya. Rizal dinilai sudah berhasil mentransformasi dirinya dari politisi yang mengedepankan kepentingan partai menjadi negarawan. 

"Ini abang saya, abang Rizal Djalil,  kalau ada banyak orang mengatakan, kalau politisi di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dia akan mengedepankan kepentingan partainya atau kelompoknya? Saya berani bersaksi bahwa bang Rizal Djalil adalah orang yang tidak seperti itu," ujar Maruarar dalam acara bedah buku Prof. Rizal Djalil, dengan Pembicara, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan Letjen (Purn) M.Yunus Yosfiah di Media Center Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Maruarar menjelaskan, Rizal Djalil adalah orang yang bisa mentransformasi dirinya dari politisi yang mengedepankan kepentingan partai menjadi negarawan. 

"Kenapa saya bisa lihat begitu, saya tidak menemukan ada langkah-langkah dia, yang tendensius misalnya, mengutamakan kepentingan partai," ungkapnya.

Maruarar berharap, kedepan Rizal tentunya akan tetap membawa manfaat. "Jadi saya juga sedih, bang Rizal tidak bisa terlalu lama lagi di BPK. Mudah-mudahan Abang bisa dapat tempat yang lebih baik lagi,  untuk mengabdi bagi bangsa dan negara ini," ujarnya.

Lanjut Maruarar upaya yang sudah dilakukan Rizal Djalil tidak akan sia-sia. "Karena kita juga nggak banyak juga ya, orang yang bisa mentransfer dirinya itu tidak mudah, misalnya Bambang (Soesatyo) ini nanti jadi Ketum Golkar, bisa nggak dia juga (konsolidasi) orang-orang Airlangga? Itu tantangan Bambang,  kalau dia hanya bisa mengakomodir Misbakhun, Supit, itu biasa, tetapi  bagaimana dia juga bisa mengakomodir Mekkeng, Agus Gumiwang, nah itulah tantangan Bambang Soesatyo ke depan," papar Maruarar.

Sementara itu Rizal Djalil mengatakan, banyak orang bertanya,  kenapa meluncurkan buku di DPR?

"Saya jawab, saya merasa tidak pernah keluar dari DPR, walaupun saya di depan,  tapi saya merasa tetap jadi orang di sini dan saya kalau ditanya kalau saya ditanya,  lebih excited (gembira) mana, di depan atau di sini, saya akan bilang  disini," ujar Rizal.

Menurut Rizal, di Parlemen adalah untuk merumuskan kebijakan dan menentukan arah negara ini mau ke mana. 

"Itu di sini (DPR)  kalau di BPK, barangnya sudah selesai, yang kami periksa itu barang sudah selesai, paling kami merekomendasikan, tapi kalau di sini saya menjadi anggota pansus pajak misalnya, sampai akhir dan saya tekun di situ, saya bisa ikut mendorong keputusan itu. Sebagaimana untuk kepentingan negara, itulah bedanya di sini dengan di depan, jadi saya mau katakan, saya ingin kembali kerumah saya," ulasnya.

Selain itu Rizal menerangkan, pentingnya memelihara hubungan yang baik sesama umat manusia. 

"Saya kira memang tepat sekali dimana APBN yang defisit, neraca pembayaran kita juga lagi nggak bagus, lebih tepatlah, yang penting silaturrahim kita. Pada hari ini, saya meluncurkan 3 buku sekaligus, buku pertama ini, bukan bukan sejarah hidup saya. Saya memang membuat yang lain, tidak penting orang tahu bagaimana hubungan pribadi saya dengan Ketua DPR, tidak penting. Tetapi bagaimana kebijakan yang saya lakukan dan juga bagaimana pak Ketua DPR berhasil pemimpin DPR dengan produktivitas legislatifnya paling tinggi dibandingkan ketua-ketua sebelumnya, itu yang penting," pungkas Rizal.