Anggota DPR Harus Jaga Perilaku, Jangan Korupsi

Sammy
Anggota DPR Harus Jaga Perilaku, Jangan Korupsi
Ilustrasi DPR RI

Jakarta, HanTer - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan sebanyak 575 orang sebagai anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Jelang masa dilantiknya para wakil rakyat tersebut, berbagai harapan kerap disuarakan berbagai kalangan.

Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, meminta kepada 575 Anggota DPR RI Terpilih untuk membuktikan janji dan kinerja sewaktu kampanye lalu.

"Setelah dilantik mereka (anggota DPR terpilih) harus dapat menjaga perilaku dan menjauhi praktik korupsi. Tindakan-tindakan tidak terpuji yang dilakukan para pendahulu sepatutnya menjadi pelajaran berharga agar tidak berulang pada periode 2019-2024 mendatang," kata Emrus di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Direktur Eksekutif Emrus Corner ini pun menilai para legislator yang duduk nanti akan memiliki tantangan dan metode kerja yang berbeda daripada yang sudah ada.

Pasalnya, menurut Emrus saat 575 anggota DPR RI nanti bekerja perkembangan dunia digital dan teknologi komunikasi kian pesat, sehingga bilamana para dewan bekerja tidak maksimal dapat mencoreng bukan hanya wajah parlemen di Indonesia, tapi juga kedaulatan negeri ini di mata dunia.

"Ini sudah jaman milenial dimana bekerja harus cepat menyesuaikan dan berbenah diri. Harus ada kemauan untuk bertanya ke senior dan para ahli, bilamana gagal akan mencoreng parlemen Indonesia hingga tingkat internasional," kata Emrus.

Jangan Tergoda

Disisi lain, anggota DPR RI periode 2019-2024 banyak diisi oleh wajah baru yang berusia muda. Bahkan dari catatan KPU, terdapat sepuluh caleg terpilih menjadi anggota muda di DPR.

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan agar mereka yang baru terpilih untuk tidak tergoda dengan korupsi. Menurutnya mereka harus hati-hati mengingat citra DPR yang erat dengan persoalan tersebut.

"Jangan sampai anggota DPR kita terjebak kasus korupsi, pembahasan budget harus penuh ke hati-hatian, sebab ini perangkap yang banyak menyendera anggota DPR," kata Pangi di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Pendiri dan CEO Voxpol Center Research and Consulting itu mengungkapkan, selama ini banyak sekali anggota DPR yang terjebak dalam kasus korupsi. Mereka bermain di wilayah anggaran, kuota impor sehingga hal itu harus diantisipasi.

"Alangkah baiknya anggota DPR kita fokus saja pada fungsi legislasi, bagaimana mampu menghasilkan undang-undang atau regulasi yang berkualitas sehingga punya dampak langsung dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat," terangnya.