Gerindra Dinilai Miliki Peluang Baik di 2024

Sammy
Gerindra Dinilai Miliki Peluang Baik di 2024
Ilustrasi Gerindra

Jakarta, HanTer - Pemilu Serentak 2019 telah usai. Bahkan, kerap disebut sebagai mimpi buruk bagi Partai Gerindra. Sebab, dinyatakan kalah Pemilu Presiden (pilpres) dan hanya mendapat tempat sebagai runner-up di pemilu legislatif (pileg).

Namun menurut Peneliti senior Indonesian Public Institute Karyono Wibowo, jika Gerindra menatap ke depan, partai berlambang garuda emas ini justru memiliki peluang baik di pemilu 2024.

"Dari sisi parpol, Gerindra itu punya kans menjadi partai pemenang Pilpres atau Pileg di periode mendatang. Mirip seperti PDIP yang pada 2014 mengambil momentum jatuhnya Partai Demokrat," ujar Karyono di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Terlebih, lanjut dia, masa jabatan pak Joko Widodo (Jokowi) bakal habis kalau terpilih lagi. Sama seperti pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) waktu itu.

"Kalau tidak punya sosok pengganti, partai lain terutama dari oposisi, bisa mengambil benefit, memanfaatkan taraf ketidakpuasan masyarakat terhadap partai petahana," tambahnya.

Kendati demikian, Karyono menyebut ada dua syarat yang mesti diperhatikan Gerindra, apabila ingin menyongsong masa depan yang lebih baik di Pilkada atau Pemilu Serentak berikutnya.

"Pertama, harus konsisten sebagai oposisi yang mencerdaskan, bisa mengambil sikap politik dan kebijakan alternatif yang mengena di mata masyarakat. Saya rasa, pada waktu itu PDIP berhasil konsisten," jelasnya.

Sementara yang kedua, lanjut dia, harus bersikap inklusif. "Partai oposisi yang sifatnya ekslusif, rasanya sulit bisa mengambil hati masyarakat umum. Gerindra sebenarnya kan punya modal untuk itu," tambah Karyono.

Berkoalisi

Pengamat Politik Ray Rangkuti, memprediksi PDI Perjuangan dengan Gerindra akan bersama-sama satu koalisi di Pemilihan Presiden 2024. Hal ini melihat hubungan PDI Perjuangan yang akhir-akhir ini semakin harmonis dengan Gerindra.

"Mungkin ada upaya mencoba memasangkan Gerindra-PDIP di Pilpres 2024. Bisa saja siapa tokohnya, Prabowo Subianto-Puan Maharani. Bisa Puan dengan siapa di Gerindra," kata Ray di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Ray mengatakan, PDIP dengan Gerindra punya pengalaman bersama pada Pilpres 2009. Saat itu, PDIP dan Gerindra sama-sama mengusung ketua umumnya dalam kontestasi politik. "Jadi punya historis antara Megawati dengan Prabowo," kata pendiri Lingkar Madani ini.