Golkar Akui Desakan Munas Dipercepat Semakin Kuat

Danial
Golkar Akui Desakan Munas Dipercepat Semakin Kuat

Jakarta, HanTer - Partai Golongan Karya (Golkar) yang kembali bergejolak, lantaran persaingan di dalam internal partai berlambang pohon beringin tersebut makin terlihat belakangan ini.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengungkapkan tidak ada urgensi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) sebelum pelantikan presiden. Ace menuding pihak yang menginginkan Munas dipercepat karena ingin menentukan menteri kabinet.

"Yang mendesak-mendesak supaya Munas sebelum pelantikan Presiden tentu ada maksud dan kepentingan politiknya, yaitu ingin ikut menentukan kabinet. Terlalu kentara syahwat politiknya," ujar Ace kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

Ace menjelaskan, Munas Golkar pada 2004, 2009, dan 2014 selalu digelar pada Desember. Begitu pula dengan Munas 2019 yang direncanakan pada Desember.

Lanjutnya, agenda Munas Golkar selalu dilaksanakan setelah semua agenda nasional telah selesai. Termasuk pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

"Kita tahu, penyelenggaraan Munas itu setelah semua agenda nasional telah selesai semua antara lain Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden, termasuk pelantikan Presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Muda Partai Golkar (AMPG) mendatangi kantor DPP Golkar. Mereka mendesak rapat pleno segera digelar dan Munas dipercepat.

Munas Golkar mengagendakan pemilihan ketua umum periode baru. Ketua Umum petahana Airlangga Hartarto diprediksi akan mendapatkan saingan terkuat yaitu Bambang Soesatyo. Adapun kubu yang mendesak Munas digelar sebelum pelantikan adalah Bambang Soesatyo.

Sesuai pantauan di lapangan dan berbagai informasi yang berhasil dihimpun, berbagai kekuatan baik itu perorangan elit Golkar dan di pemerintahan maupun Ormas lebih menginginkan Bambang Soesatyo menjadi Ketua Umum Golkar.