Pin Emas Anggota Dewan Pemborosan

Safari
Pin Emas Anggota Dewan Pemborosan

Jakarta, HanTer - Pengamat kebijakan publik dari dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin menegaskan, penggunaan pin emas anggota dewan harus ditolak. Karena sangat jelas penggunaan pin untuk anggota dewan adalah pemborosan keuangan negara. Anggaran pengadaan pin emas itu bisa dialihkan untuk proyek lain yang lebih membutuhkan seperti sarana pendidikan dan kesehatan.

"Pemborosan anggaran (pembuatan pin untuj anggota dewan). Itu pasti terjadi mark-up besar banget," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Sabtu (24/8/2019).

Terkait pin anggota dewan bukan berbahan emas, Aminudin mendukung karena tak ada urgensi dan tidak subtansial antara pin dengan kinerja DPR. Apalagi jika penggunaan pin tersebut dikabulkan maka ke depan anggota dewan juga akan meminta fasilitas lainnya seperti sepatu, jas, dan lainnya. Harga standar atau pasaran pin yang terbuat dari tembaga atau kuningan Rp150 ribu.

"Sementara kalau Kesekjenan DPR menganggarkan pin harganya miliaran rupiah. Itu pemborosan sehingga ngikuti jejak Istana sekarang," tandasnya.

Atas pemborosan keuangan negara, sambung Aminudin, maka sebagai rakyat menolak penggunaan pin emas untuk anggota dewan. Jika anggota dewan tetap memaksa, Aminudin menyarankan untuk membuat pin sendiri yang standar bukan berbahan emas dengan model yang mirip. Apalagi jika pin tersebut untuk menunjukan dirinya anggota dewan yang terhormat.

#Pinemas   #dpr   #dewan   #dprd   #dki