Pengamat Dukung Pemblokiran Internet Cegah Konflik Meluas

Abe
Pengamat Dukung Pemblokiran Internet Cegah Konflik Meluas
Ngasiman Djoyonegoro

Jakarta, HanTer - Pengamat Intelijen, Ngasiman Djoyonegoro menilai kebijakan Kominfo untuk memblokir akses internet di Papua sudah tepat dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

"Kami menilai pemblokiran akses internet tersebut sebagai upaya untuk menjaga stabilitas sosial dan politik di Papua," kata Ngasiman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8/2019).

Menurut dia, pemblokiran internet sebagai bentuk pencegahan kapitalisasi konflik berbasis SARA. Upaya para pihak untuk meredam gejolak yang terjadi di Papua tidak akan efektif jika para pihak yang tidak bertanggung jawab terus menyebarkan hoax dan berita bohong, terutama di Papua. Penanganan konflik tersebut membutuhkan prasyarat situasi yang kondusif sehingga pencegahan beredarnya konten negatif mutlak diperlukan. 

Terlebih, sambung dia, Papua merupakan daerah yang sedang giat membangun. Terutama pada era Presiden Joko Widodo. Karena itu, perlu situasi yang tenang dan kondusif untuk membangun Papua. 

"Upaya proses divestasi saham freeport 51% yang tengah diupayakan oleh pemerintah terancam terganggu karena gejolak di Papua. Padahal divestasi ini penting sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan negara."

Kebutuhan untuk situasi kondusif salah satunya dengan cara pemblokiran akses internet. Meskipun untuk sejumlah kelompok masyarakat pemblokiran ini mengganggu, misalnya kegiatan ekonomi mandek, tapi pencegahan eskalasi dan keberlanjutan konflik harus ditangani untuk kepentingan bersama.

"Pemblokiran tidak untuk selamanya. Ada batas waktu yang ditetapkan. Selain itu saluran komunikasi melalui sms dan telpon masih bisa digunakan, sehingga masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Jika ada kepentingan publik yang lebih besar, pemblokiran lebih masuk akal untuk dipilih. Bahwa hak asasi manusia tidak bersifat mutlak, dalam situasi tertentu dapat dibatasi karena ada kepentingan publik yang lebih besar," ucapnya.