PRIMA Desak KPK Tangkap Mendag Enggartiasto Lukita

Safari
PRIMA Desak KPK Tangkap Mendag Enggartiasto Lukita

Jakarta, HanTer -  Puluhan pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam aksinya mereka meminta agar KPK segera menangkap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang diduga terlibat dalam kasus suap perizinan impor bawang putih.

Dalam aksinya, massa PRIMA juga memggelar teatrikal 5 Komisioner KPK yang sedang menyapu di Kementerian Perdagangan. Selain itu juga teatrikal Enggartiasto Lukita yang sedang menggelar lapak pangan impor di KPK serta teatrikal Formasi manusia berjejer : "Pecat dan Tangkap Enggar".

 

Sebelum beraksi di Gedung KPK, massa PRIMA juga memggelar aksi di depan Gedung Kementerian Perdagangan.

Ketua Presidium PRIMA, Sya'roni mengatakan, aksi unjukrasa di KPK dilakukan karena saat ini telah terbongkar sepak terjang mafia impor pangan. Kali ini KPK membongkar kedok pemburu rente dalam impor bawang putih. Bahkan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut, korupsi impor pangan terjadi karena adanya data yang tidak sinkron antar kementerian terkait.

"Tidak sinkron antar kementerian terkait yang akhirnya, para mafia beraksi memanipulasi kuota impor," ujar Sya'roni di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut Sya'roni, dengan ditangkapnya sejumlah orang yang diduga menjadi  mafia impor pangan maka KPK mestinya lebih menggenjot pemberantasan mafia impor pangan. Apalagi sejumlah pakar ekonomi sudah berkali-kali membeberkan adanya perburuan rente dalam jumlah trilyunan rupiah dengan modus memanipulasi kuota impor.

"Sepak terjang mafia impor telah menyengsarakan jutaan rakyat, mulai dari petani, petambak garam, hingga peternak.  Kementerian Perdagangan di bawah kendali Enggartiasto Lukita sangat brutal membuka kran impor," tandasnya.

Dengan adanya mafia impor pangan, sambung Sya'roni, maka pihaknya mendesak KPK untuk memberantas mafia impor pangan secara total, dari pejabat di Kementerian Perdagangan, Legislatif dan para elit yang ikut menikmati rente impor. Selain itu tangkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita karena  sudah 3 kali tidak memenuhi panggilan KPK dan diduga telah menyuap anggota DPR Bowo Sidik Rp. 2 milyar.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 6  orang tersangka salah Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra. Politisi PDIP itu dijerat bersama lima orang lainnya yang terdiri dari Mirawati Basti selaku orang kepercayaan Dhamantra dan empat pihak swasta yakni Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

KPK menduga Dhamantra telah meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan surat persetujuan impor (SPI). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.

Dalam kesepakatan mereka, Dhamantra mematok komitmen fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton. Dhamantra diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.

Atas perbuatannya Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Dhamantra, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

#Kpk   #mendag   #prima