ASN Kerja Dari Rumah, Pelayanan Publik Terbengkalai

Safari
ASN Kerja Dari Rumah, Pelayanan Publik Terbengkalai

Jakarta, HanTer - Wacana Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah mendapat tanggapan pro kontra. Mereka yang kontra menyebutkan, kalau ASN kerja di rumah pelayanan publik akan terbengkalai dan menimbulkan kekacauan birokrasi, karenanya harus ditolak.

“Saya tidak setuju ASN bekerja di rumah. Alasannya, dimana fungsi pelayanan publik jika PNS kerja di rumah. Jadi,  ASN kerja di rumah merupakan akal-akalan agar ASN bisa makan gaji buta. ASN kerja di rumah akan menimbulkan kekacauan birokrasi,” kata pengamat kebijakan publik dari dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin 

Aminudin menyebutkan, ASN itu dapat gaji dan tunjangan, fasilitas dari pajak rakyat yang pajak itu dipungut dengan cara paksa karena kalau tidak bayar pajak maka rakyat bisa dihukum. 

“Tidak  ada kerjaan pun ASN tetap dapat gaji tunjangan. Hal ini berbeda dengan swasta karena gaji dan tunjangan didapatnya murni dari usaha yang tak mengikat. Sehingga bisa menentukan formatnya sendiri.  Jadi wacana kerja ASN kerja di rumah harus ditolak," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Kamis (15/8/2019).

Direktur Eksekutif Lembaga Analisa Konstitusi Negara (LASINA) Tohadi mengatakan, ASN itu menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Untuk melaksanakan kebijakan dan melayani publik memang bagus jika diberlakukan aturan bekerja di rumah karena akan lebih dekat dengan publik atau masyarakat. 

"Namun masalahnya adalah fasilitas dan sarana maupun prasarana kerja untuk pelayanan publik tidak tersedia dengan baik. Karena semua itu ada di kantor," ujarnya.

Jadi, sambung Tohadi, dalam jangka waktu pendek maka masih sulit diwujudkan ASN bekerja di rumah. Tapi bisa jadi dalam jangka menengah dan panjang ASN bekerja di rumah akan dapat diterapkan. Untuk mewujudkannya maka harus disiapkan SDM ASN terutama penguasaan penggunaan sarana teknologi dan elektronik. Sebab, jika dilakukan di rumah maka membutuhkan keahlian seperti itu, karena peralatan yang bersifat fisik masih tersedia di kantor.

"Belum bisa dilaksanakan dalam jangka pendek ini (ASN bekerja di rumah).  Perlu terlebih dahulu dipersiapkan sarana prasarana, dan kemampuan ASN," tegasnya.

Pemerhati Sosial Masyarakat, Frans Immanuel Saragih mengatakan,  terkait wacana ASN bekerja dari rumah perlu pengkajian yang mendalam. Karena bidang kerja ASN meliputi banyak hal. Seperti yang bersifat administratif, IT, keuangan dan lainnya. Selain itu ASN tersebar mulai dari pedesaan sampai ibukota.  Oleh karena itu bidang bidang apa saja yang harus dilakukan datang ke kantor atau dari rumah.

Selain itu dipikirkan juga bagaimana mengenai absensi dan lainnya, karena itu berhubungan dengan Tunjangan Kinerja Pegawai. Masalahnya saat ini bukan sekedar setuju atau tidak setuju, melainkan sumber dayanya sudah siap atau belum ketika ASN bekerja dari rumah. Kalau bicara dari Sabang sampai Merauke ASN kita masih perlu pembinaan yamg lebih efektif supaya bisa berdaya guna lebih tinggi. 

"Karena masih banyaknya yang bolos, hilang setelah makan siang, absen hadir pagi hari dan siang menghilang baru datang pas menjelang absen pulang, itulah gambaran saat ini. Secara mental perlu dipertanyakan lebih jauh. ASN jangan hanya bekerja hanya untuk mendapatkan gaji tetapi berfikir untuk hasil kerjanya bermanfaat untuk bangsa dan negara," tandasnya. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dirinya menunggu kebijakan resmi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait wacana Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah. "Namanya juga wacana. Kami menunggu sampai Kemenpan-RB memiliki kebijakan yang resmi. Dari situ kami akan respon," kata Anies di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin menggulirkan wacana ASN bekerja dari rumah. Syafruddin mengatakan ide bekerja dari rumah tersebut muncul karena banyak ASN mempunyai beban kerja tinggi yang tak mungkin diselesaikan di kantor. Pasalnya jam kerja di kantor yang terbatas.

#ASN   #PNS