Kursi Pimpinan MPR Cukup Dua Orang, 10 Tidak Efisien

Sammy
Kursi Pimpinan MPR Cukup Dua Orang, 10 Tidak Efisien

Jakarta, HanTer - Usulan Partai Amanat Nasional (PAN) agar kursi pimpinan MPR RI berjumlah 10 orang kerap menuai berbagai komentar berbagai kalangan. Pro dan kontra merebak dalam menanggapi hal itu.

“Pimpinan MPR itu bukan ditambah. Tapi dikurangi. Cukup dua unsur pimpinan saja. Yang terdiri dari satu wakil DPR dan satunya wakil DPD," kata pengamat politik Ray Rangkuti di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ray mengaku tidak melihat urgensi pimpinan MPR harus ditambah menjadi 10 orang. Mengingat, hanya ada 10 fraksi di DPR. Selain itu, ia menilai tidak efisien jika dilakukan penambahan jumlah pimpinan MPR RI.

"Jika begitu halnya, sejatinya ada juga pertambahan pimpinan dari DPD. Minimal satu pulau satu orang. Jika ada misalnya jumlah pulau kita 6 atau 7 maka sejatinya 10 ditambah 7 jadi 17 orang. Tentu saja hal ini tidak efesien," ujar Ray di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Terlebih, lanjut dia, fungsi pimpinan MPR itu tidak lebih dari pimpinan sidang MPR sekaligus jubir MPR ke luar. Dengan hanya kewenangan seperti itu, dia tidak melihat ada banyak fungsi dan manfaat pimpinan MPR.

Kedaulatan MPR itu juga ada pada anggotanya yang terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD.

Selain itu, imbuh dia, usulan ini juga memperlihatkan keangkuhan DPR. Bahwa seolah hanya fraksi mereka yang memiliki hak jadi pimpinan MPR. Sementara DPD cukup diwakili oleh satu orang.

Padahal secara lembaga, DPR dan DPD itu sama saja derajatnya. "Dengan menunjuk pimpinan MPR adalah seluruh wakil fraksi di DPR, maka derajat MPRtelah berubah menjadi timpang. Pada akhirnya, DPR dan MPR sudah sulit dibedakan," kata dia. 

Mengapa Tidak

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. Namun, Fadli Zon menyebut, usulan tersebut bergantung pada hasil musyawarah semua fraksi dan kelompok DPD RI.

"Kalau disepakati bersama (usulan 10 kursi Pimpinan MPR), mengapa tidak. Sekarang akan ada 10 pimpinan, perlu ada kesepakatan bersama dalam hal ini UU MD3," kata Fadli di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dia menilai, wacana yang disampaikan PAN itu sah-sah saja dan bisa diwujudkan dengan dialog politik yang baik.

Menurutnya, Partai Gerindra terbuka dengan opsi PAN tersebut agar semua pihak terwakili. "Kita lihat opsi itu semuanya terbuka, dengan opsi semua terwakili atau dengan paket saya kira kita ikut semua opsi itu," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaoanan mengusulkan agar kursi Pimpinan MPR berjumlah 10, terdiri dari sembilan berasal dari fraksi dan satu orang mewakili kelompok DPD.