Masyarakat Karo Minta Jangan Dianaktirikan Soal Pembangunan Jalan Tol

Safari
Masyarakat Karo Minta Jangan Dianaktirikan Soal Pembangunan Jalan Tol

Jakarta, HanTer - Kabupaten Karo adalah salah satu penghasil pertanian yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi di lereng Gunung Sinabung. Lebih dari 70% masyarakat bergantung pada hasil pertanian di wilayah tersebut. Sebahagian besar hasil pertanian seperti sayur mayur dan buah buahan di pasarkan di luar kabupaten Karo .

Selain hasil pertanian, Kabupaten Karo juga merupakan daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan dan merupakan kabupaten penghubung antara beberapa.kabupaten lainnya dengan Kota Madya Medan sebagai Kota Administrasi Sumatera Utara. Namun sangat di sayangkan akses menuju Kabupaten Karo dari ibukota Sumatera utara yaitu Medan sangat sulit.

Hal ini dikarenakan jalan yang digunakan sangat sempit, menanjak serta berliku liku. Hampir setiap hari akses menuju Kabupaten Karo tidak dapat dilalui karena kondisi jalan seperti itu dan volume kendaraan yang over load, sehingga hampir setiap hari menibulkan kemacetan di tengah jalan. Dengan jarak tempuh yang hanya kurang lebih 70 km secara normalnya hanya memakan waktu 2 jam apabila menuju Kabupaten Karo dari kota Medan,

"Tapi 10 tahun belakangan kita tidak dapat menempuh dengan hanya 2 jam.  Apabila kondisi jalam macet yang diakibatkan adanya mobil rusak di tengah jalan, padahal lalulintas, kecelakaan, maka jarak tempuh Medan  Kabanjahe minimal dapat dilalui dengan waktu 8 jam," ujar Edysa Girsang, Aktivis Pergerakan, Jakarta saat membacakan Pernyataan Sikap yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Pernyataan sikap disampaikan Edysa Girsang yang tergabung dalam Jambur Pergerakan Sinterem (JPS). Selain Edysa dalam pernyataan sikap terlihat juga Sudarto Sitepu (seniman dan mantan anggota DPRD Karo), Minola Sebayang (pengacara), Julianus Sembiring (Aktivis Pergerakan Tanah Karo), Yoki Linga (Aktivis Pergerakan Mahasiswa Medan), Yakub Sitepu (Aktifis Pergerakan Medan) dan sejumlah seniman Karo yakni Mardi Sembiring, Junianto Sembiring, Javendra dan Bayang Tobat.

Edysa menuturkan, melihat hal tersebut maka sering terjadi, banyak masyarakat petani dan masyarakat yang berkegiatan ekonomi lainnya di Kabupaten Karo serta masyarakat kabupaten lainnya seperti kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Humbang Hansudutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Selatan tidak dapat lagi beraktifitas karena kemacetan di tengah jalan yang sering menimbulkan kerugian puluhan miliyar rupiah.

Edysa menegaskan, usulan pembangunan jalan tol dan atau jalan layang sudah lama diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Karo dan beberapa tokoh masyarakat Kabupaten Karo kepada pemerintah pusat, tetapi fakta yang diterima bahwa sampai dengan sekarang hal tersebut belum di realisasikan. Dengan fakta fakta tersebut maka JPS adalah masyarakat Karo yang datang dari Kabupaten Karo dan masyarakat suku Karo yang ada di Jakarta datang ke Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi.

"Kepada Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia, segera realisasikan pembangunan jalan tol Medan Kabupaten Karo. Karena tidak membangun jalan tol dan atau jalan layang, sama halnya membunuh perekonomian masyarakat kabupaten Karo. Masyarakat kabupaten Karo memenangkan 92% Joko Widodo dan K.H. Ma'aruf Amin pada pemilu yang lalu, jangan kami dianaktirikam dengan kabupaten lain," tandasnya.