Usulan 10 Pimpinan MPR Hanya Membuang-buang Biaya dan Tidak Efektif

Safari
Usulan 10 Pimpinan MPR Hanya Membuang-buang Biaya dan Tidak Efektif
Ilustrasi pimpinan MPR sedang melakukan agenda sidang (ist)

Jakarta, HanTer - Usulan agar kursi Pimpinan MPR RI berjumlah 10 ditolak Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kalla menilai wacana untuk menambah jumlah pimpinan MPR menjadi 10 orang hanya akan membuang-buang waktu, tenaga, biaya,  tidak akan efektif karena jumlah pimpinan tidak sebanding dengan tugas MPR.

"Buat saya ini berlebihan. Kan tugas MPR kan tidak banyak," ujar JK saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (13/8).

Menurutnya, penambahan 10 pimpinan MPR akan membuat pemerintahan tidak efisien. Hal ini karena semua partai menempatkan perwakilannya di MPR.

"Bayangkan kalau mau rapat pimpinan 10 orang berarti semua partai ingin ada ketuanya lah. Ya kita berpikirlah, bukan hanya soal efisiensi bagimana pengambilan keputusan pembagian tugasnya kalau 10 orang, apalagi kan MPR tidak selalu bersidang," ujar JK.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaoanan Daulay, mengusulkan agar kursi Pimpinan MPR RI berjumlah 10, terdiri dari sembilan berasal dari fraksi dan satu orang mewakili kelompok DPD RI.

"MPR harus dijadikan sebagai lembaga politik kebangsaan dimana semua fraksi dan kelompok menyatu. Di MPR mestinya tidak ada koalisi dan oposisi, tetapi justru yang perlu ditekankan adalah NKRI," kata Saleh di Jakarta, Senin (12/8).

Saat ini, MPR memiliki satu ketua dan empat wakil yang terdiri atas unsur fraksi partai politik dan perwakilan DPD. Usulan penambahan jumlah kursi pimpinan itu diharapkan dapat mewujudkan rekonsiliasi kebangsaan.

Syahwat Parpol

Pakar hukum tata negara Universitas Lampung (Unila) Yusdianto mengemukakan, penambahan kursi pimpinan MPR menjadi 10 orang hanya mewadahi syahwat partai politik saja. Sebab, dalam Undang-Undang Dasar 1945 tidak dijelaskan soal jumlah pimpinan MPR.

"Penambahan dan pengurangan (Pimpinan MPR) tidak diatur dalam UUD 1945. Komposisi tersebut berdasarkan syahwat politik para partai politik di parlemen," kata Yusdianto skepada telusur.co.id, Selasa (13/8/19).

Menurut Yusdianto, sebenarnya jumlah pimpinan MPR saat ini yakni 8 orang, sebelumnya 5, sudah sangat besar. “Jumlah ini pun terkesan kurang efektif dalam menjalankan tugas. Apalagi, selama ini tugas MPR juga tidak berat. Yaitu hanya melantik presiden dan wakil presiden, kemudian sosialisasi empat pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).