Idul Adha Wujud Kerukunan Umat Beragama, Gereja Katolik Sumbang 241 Hewan Kurban

Harian Terbit/Safari
Idul Adha Wujud Kerukunan Umat Beragama, Gereja Katolik Sumbang 241 Hewan Kurban

Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban 1440 Hijriah bemakna solidaritas persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama. Hal ini terbukti adanya sumbangan 241 hewan kurban bagi umat Islam dari puluhan gereja Katolik di bawah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). 

Aksi gereja Katolik ini sebagai  bentuk solidaritas persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama.  Selain hewan kurban, sebagian umat Kristiani juga menyumbangkan uang tunai ke masjid/mushalla untuk pembelian hewan kurban.

Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan KAJ Romo Antonius Suyadi menyampaikan sedikitnya 241 hewan kurban kambing dan sapi telah disumbangkan kepada masjid/mushalla di berbagai tempat di Jakarta. Kegiatan itu dilakukan rutin sejak beberapa tahun lalu.

"Semangat berkurban kami maknai sebagai solidaritas untuk berbagi antar sesama khususnya bagi yang membutuhkan. Perayaan ini momentum untuk membangun solidaritas dan kami sangat menghormati umat Islam yang merayakan Idul Adha," kata Antonius di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Antonius mengatakan dukungan penuh untuk menciptakan kehidupan toleransi dan hidup berdampingan antar umat beragama dibutuhkan untuk menjaga kerukunan. Selain menyumbangkan hewan qurban, beberapa gereja juga memundurkan jadwal ibadah minggu pagi. Gereja Katedral Jakarta misalnya menggeser ibadah misa pagi.

Misa minggu pagi biasanya diadakan pada pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, dan 10.30 WIB. Namun, khusus pada Idul Adha kali ini, misa pukul 06.00 WIB ditiadakan. Hal itu untuk memberi keleluasaan jamaah Masjid Istiqlal yang menunaikan ibadah salat Idul Adha. 

Umat Nonmuslim
 
Bentuk solidaritas antarumat beragama juga ditunjukkan pengurus Masjid An-Nur, Jalan Kelinci II Pasar Baru, Jakarta Pusat dengan menyediakan dan membagikan daging hewan kurban kepada umat nonmuslim yang berada sekitar lingkungan masjid setempat.

"Tiap tahun kita tetap bagikan daging hewan kurban kepada saudara kita yang nonmuslim," kata pengurus Masjid An-Nur Jakarta Pusat, Abdurohman di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Meskipun demikian, pengurus masjid setempat terlebih dahulu memastikan seluruh umat muslim yang tidak mampu sudah menerima daging hewan kurban sebelum dibagikan ke umat nonmuslim.

"Jika masih ada umat muslim yang kurang mampu di lingkungan kita, maka wajib didahukukan atau diutamakan," kata dia.

Setelah itu, pengurus masjid baru membagikan daging hewan kurban kepada umat nonmuslim yang termasuk kategori kurang mampu.

"Tahun ini kita akan sediakan daging hewan kurban bagi umat nonmuslim sekitar 25 kepala keluarga dengan berat masing-masing satu kiloan," katanya.