Pemerintahan Jokowi Diminta Membantu Habib Rizieq Pulang

Safari
Pemerintahan Jokowi Diminta Membantu Habib Rizieq Pulang

Jakarta, HanTer - Pasca kepergian KH Maimun Zubair alias Mbah Moen di Makkah, Selasa (6/8/2019), nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali menjadi pembicaraan hangat di Tanah Air terutama soal kehadiran HRS dalam prosesi pemakaman Mbah Moen. HRS juga turut berdoa dipemakaman Mbah Moen. Sejumlah kalangan pun meminta Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla membantu pemulangan HRS ke Indonesia.

Lembaga Survei Cyrus Network dalam survei terbaru menemukan sebanyak 33,3 persen responden setuju pemerintah berperan aktif dan ikut membantu pemulangan tokoh Front Pembela Islam(FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Tanah Air. 

HRS berada di luar negeri sejak Maret 2017. Saat itu dia dikabarkan menjalani ibadah umrah di Makkah. Sejak itu hingga saat ini Rizieq tak kunjung kembali ke Indonesia. Kabar terakhir dia turut menghadiri pemakaman Kiai Maimun Zubair alias Mbah Moen di Makkah, Selasa (6/8/2019). 

Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Alfianto menyebut dari total 1.230 responden dari 34 provinsi di Indonesia, sebagian besar setuju pemerintah ikut berperan memulangkan HRS. Hanya ada 2,6 persen responden yang sangat tidak setuju jika pemerintah ikut berperan aktif membantu kepulangan HRS ke tanah air. 

"Sisanya tidak setuju itu ada 15,1 persen, yang berpikir biasa saja 24,2 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak mau menjawab," kata Eko di Ashley Hotel, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Cyrus Network menggelar survei Nasional Pasca-Pemilu pada tanggal 22-28 Juli 2019. Survei ini mengambil sampel sebanyak 1.230 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar kurang lebih 3 persen. Survei nasional persepsi publik dalam penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 serta rekonsiliasi nasional.

Pembela NKRI

Menanggapi hasil survei Cyrus Network, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengatakan, sudah sepantasnya sebagai orang yang setia kepada Pancasila mendukung pemulangan HRS ke tanah air. Apalagi HRS pejuang sejati membela NKRI dari rongrongan penista agama yang secara langsung merongrong Pancasila yaitu sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Pancasila wajib kita jaga karena pendukung penista agama yang membuat negara ini terpecah belah," ujarnya.

Novel menyebut, HRS sudah berkorban dengan iklas agar negara ini tidak terpecah belah dan terjajah oleh asing dan aseng yang mengadu domba anak bangsa. Apalagi ulama yang mempunyai andil besar terhadap kemerdekaan negara Indonesia karena sebelum lahirnya NKRI, TNI dan Polri ulama bersama rakyat kurang lebih 350 tahun melawan berbagai macam  penjajahan.

"Dan momen di bulan Agustus ini tak lupa para pejuang negara ini yang sudah berkorban penjara, darah dan nyawa kita kenang jasa jasanya termasuk orang tua HRS yaitu Habib Husein Syihab yang merupakan pejuang sampai menjadi korban penembakan oleh Belanda," jelasnya.

Jadi, sambung Novel, segerakan untuk memerdekakan HRS dari korban kriminalisasi ulama. Karena HRS dan ulama lainnya yang seharus berhak merdeka di negaranya sendiri sebagaimana para ulama pendahulu yang telah memerdekaan negara Indonesia dari penjajah. Hanya antek antek penjajah dan komunis serta pelaku kemungkaran (kelompok penista agama, aliran sesat, LGBT, asing - aseng dan industri maksiat) yang menolak pulangnya HRS ke Indonesia.

Sementara itu, Waketum Indonesia Muda, Hilman Firmansyah mengatakan, HRS sudah sepatutnya pulang dan Pemerintah harus memfasilitasi. Kembalinya HRS ke Indonesia maka insya Allah tidak ada masalah lagi. Karena masyarakat sudah lama menanti kehadiran HRS.Apalagi kompetisi Pilpres telah usai dan kepulangan HRS nantinya menandakan jika situasi di Indonesia bersatu kembali untuk bersama-sama membangun bangsa.

"Harapan kami ke depan seluruh masalah pendukung selesai termasuk HRS bisa pulang ke tanah air. Harapan kami Indonesia bersatu kembali jalin persaudaraan, kita semua bersama membangun bangsa ke depan yang lebih baik pemerintah maupun di luar pemerintahan sebagai oposisi tetap mengkritisi secara konstruktif," tandasnya. 

Tokoh Nasional 

Terpisah, sejumlah tokoh nasional dan puluhan ulama Sumut meminta menghentikan penzoliman HRS. Mereka bahkan sepakat untuk menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dari pengasingannya yang hingga saat ini masih di Arab Saudi.

"Siapapun yang jadi presiden, jika ada ketidakadilan harus kita suarakan. Itulah tujuan dari diskusi ini" kata Koodinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma dalam "Diskusi Aspek Hukum Pemulangan Habib Rizieq" yang berlang di Medan, Sumatera Utara, Jum'at (9/8/2019) malam.

Oleh karena itu, ujarnya, umat Islam harus bersatu. "Kita harus menuntut masalah kepulangan Habib Rizieq tidak diperlambat," ujar Lieus yang juga diamini Dr. MS Kaban.

Dr. MS Kaban menegaskan, setelah Pilpres 2019 berakhir maka masalah kepulangan Habib harus menjadi prioritas kita. "Habib Rizieq adalah milik kita semua. Apa yang dialami Habib Rizieq adalah duka umat Islam Indonesia. Itu pendzoliman," tegasnya.

Dalam diskusi yang dihadiri puluhan ulama dan aktivis Islam di Sumut itu, peserta diskusi sepakat untuk mendesak pemerintah agar tidak menghalang-halangi kepulangan Habib Rizieq.  "Habib Rizieq itu bukan cuma punya FPI, tapi punya semua umat Islam," ujar Ustadz Azwir dari Forum Umat Islam (FUI).

Dalam diskusi tersebut, para Ulama Sumut yang bergabung dalam GNPF Ulama, FUI dan aktivis alumni 212 dan lain-lain juga meminta pemerintah segera memulangkan mengambil tindakan untuk memulihkan hak-hak kewarganegaraan Habib Rizieq.

"Habib bukan takut dan tidak mau pulang. Cuma ada pihak-pihak yang tidak menginginkannya pulang ke Indonesia karena ketakutan tak berdasar terhadap kata-kata khilafah dan syariah," ujarnya.