Hari Raya Kurban Menjadikan Kita Peduli dan Mencegah Ketamakan

***
Hari Raya Kurban Menjadikan Kita Peduli dan Mencegah Ketamakan
Istimewa

Idul Adha, juga sering disebut sebagai Hari Raya Kurban atau Idul Kurban yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, salah satu hari raya bagi umat Islam. Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan sholat Ied bersama-sama di tanah lapang atau masjid, sebagaimana ketika merayakan Idul Fitri.

Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijah, tepatnya pada tanggal 10 (hari nahar), 11, 12, 13 (hari tasyrik) Al-Quran menyebutkan, Allah memberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. melalui mimpi untuk menyembelih Ismail. Dikisahkan pula bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut. Namun, ketika sebilah pedang milik Ibrahim telah siap terayun ke leher Ismail, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Pada Hari Raya Idul Adha banyak sekali hikmah yang dapat dipetik. Usai hewan kurban disembelih, dagingnya dibagikan kepada fakir miskin atau yang membutuhkan. Pembagian daging kurban berdasarkan pada prinsip keadilan dan kasih sayang. Pada saat inilah, dalam kondisi apapun, umat Islam berbagi sesama. Berkurban saat hari raya Idul Adha dianjurkan kepada  umat muslim yang sudah mampu dalam hal ekonomi. 

Kita dapat menarik tiga makna dalam berkurban seperti yang diperlihatkan dari keteguhan serta ketabahan hati yang dimiliki Nabi Ibrahim. Pertama, mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Berkurban” itu berarti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah Sang Pencipta. Seperti misalnya Nabi Ibrahim yang telah mengikhlaskan Putranya (Nabi Ismail) yang sesungguhnya sangat beliau cintai, dengan perintah Allah maka beliau rela untuk mengurbankan putranya tersebut, hal ini tentunya merupakan wujud dari penyerahan dirinya kepada Allah SWT.

Kedua, dengan cara berkurban manusia tersebut diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lain, yang kurang mampu. Dengan kurban ini kaum muslim yang kurang mampu ikut merasakan bagaimana indahnya Islam dengan adanya hari kurban.

Ketiga, dengan berkurban keikhlasan dari manusia itu pastinya diuji, diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi. Kurban itu berarti memberikan apa yang telah kita cintai (duniawi) serta apa yang kita sayangi, dalam hal ini adalah harta yang kita miliki, yakni dengan cara berkurban tersebut.

Idul Kurban juga memberikan manfaat,  pertama, memupuk rasa empati. Berqurban adalah salah satu amalan kita yang dapat meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, karena daging kurban tersebut dibagikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Kedua, melatih diri menjadi orang dermawan. Sikap dermawan merupakan sikap yang baik. Sehingga perlu ditumbuhkan dan dipelihara menjadi sebuah kepribadian. Oleh karenanya, sikap dermawan dapat dilatih dengan berqurban. Harta kita tidak akan habis jika digunakan di jalan Allah, bahkan Allah dapat menambahkannya berkali lipat.

Ketiga, meningkatkan ketaqwaan pada Allah. Perintah untuk berkurban tercantum jelas dalam Al-Qur’an sebagai suatu amalan yang baik. Oleh karena itu, berqurban berarti melakukan apa yang diperintah-Nya sehingga meningkatkan keimanan kita dan menghindarkan diri dari nafsu.

Keempat, sebagai bekal pahala di hari akhir jika melakukan kurban dengan ikhlas, semata-mata karena Allah. Kelima,  membangun solidaritas, keberkahan dalam rezeki. Rezeki yang kita miliki hendaknya disisihkan sebagian untuk hal kebaikan. Bisa dengan sedekah, zakat, ataupun dengan berkurban ini. Harta kita akan menjadi berkah jika kita menggunakannya di jalan Allah.

Keeenam, menghindarkan diri dari sikap tamak. Keenam, menjaga silarutahmi, karena umat akan saling bekerja sama dan berbagi kebahagiaan di Idul Adha tersebut.

Ketujuh, memenuhi kebutuhan gizi kaum kecil, karena tidak semua kalangan dapat merasakan atau memakannya, mengingat harga daging yang cukup tinggi. Kalangan bawah sangat jarang untuk bisa memakan daging. Dari berkurban ini akan membagikan daging-daging kepada orang-orang yang membutuhkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Manfaat ke delapan, memakmurkan masjid. Sebagian besar kegiatan berkurban dilakukan dimasjid. Mulai dari sholat Idul Adha sampai proses penyembelihan yang dilakukan di sekitar masjid. Sehingga masjid akan ramai orang yang sedang melakukan amalan berqurban. Memakmurkan masjid adalah salah satu perintah Allah untuk umat muslim. Oleh karenya, dengan berqurban kita akan sekaligus memakmurkan rumah Allah tersebut.