Jokowi Minta Kapolri dan Panglima Pecat Bawahan Tak Becus Tangani Karhutla

Danial
Jokowi Minta Kapolri dan Panglima Pecat Bawahan Tak Becus Tangani Karhutla
Presiden Jokowi meninjau lokasi Karhutla

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mencopot bawahannya yang tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan ada beberapa indikator yang membuat seorang pejabat Kapolres dan Kapolda dilakukan pencopotan.

Salah satu indikatornya adalah ketika terjadi kebakaran secara massif di wilayahnya, para Kapolres atau Kapolda tidak melakukan langkah-langkah penanganan.

"Ketika terjadi kebakaran massif bukan hanya di beberapa titik, tapi di satu Kabupaten misalnya ada sekian ratus titik sementara para satkernya terbukti tidak melakukan langkah secara masif, baik menggalangkan sumber daya yang dimiliki," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Dedi mengungkapkan pejabat terkait akan dicopot jika tak ada koordinasi dengan aparat terkait seperti TNI dan Pemda.

Nantinya jika dalam evaluasi pejabat tersebut dinyatakan melakukan pembiaran dan penegakan hukum, kata Dedi, pejabat tersebut akan dilakukan pencopotan bahkan bisa diberi sanksi disiplin.

"Jadi ada tanggung jawab para Kasatwil untuk mengontrol seluruh anggota, prasarana dan berkomunikasi langsung dengan seluruh stakeholders terkait, guna mampu memitigasi secara maksimal kebakaran hutan dan lahan, minimal melokalisir," paparnya.

Selain itu, menurut Dedi dalam penanganan kasus Karhutla ini memang tidak mudah. Sebab, ada wilayah yang sulit dijangkau seperti di Kalimantan.

Karakteristik wilayah Kalimantan sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat dan hanya bisa dijangkau melalui kendaraan roda dua atau berjalan kaki yang membutuhkan waktu berhari-hari.

"Makanya di Sumatera dan Kalimantan pola efektif untuk melakukan pemadaman hutan dan lahan itu dengan bom air helikopter. Kalau datang lokasi rintangan sangat panjang," pungkasnya.