Koruptor Dituding Jadi ‘Biang Kerok’ Pelemahan KPK

Safari
Koruptor Dituding Jadi ‘Biang Kerok’ Pelemahan KPK
Mantan Ketua KPK Abraham Samad

Jakarta, HanTer-- Pernyataan mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang mengatakan terdapat ancaman melemahkan lembaga anti korupsi itu dengan cara menyusup ke dalam, dibenarkan sejumlah aktivis antikorupsi.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro demokrasi (Prodem), Syafti Hidayat mengatakan, pernyataan Samad tersebut bisa jadi benar. Karena dengan adanya KPK maka membuat para koruptor mulai terganggu dan tak bisa leluasa menjarah uang rakyat. Apalagi jaringan para koruptor bisa dimana saja, termasuk dalam internal KPK.

"Jadi yang bekerja melemahkan KPK koruptor juga. Karena yang paling berkepentingan melemahkan KPK itu adalah para koruptor dan jaringan pendukungnya," tandasmya.

Sementara itu, Direktur Goverment Watch (Gowa) Andi Saputra mengatakan, upaya pelemahan KPK saat ini arahnya kian jelas terutama bisa dilihat dari gejala lolosnya sejumlah orang yang tidak layak dalam seleksi calon komisioner KPK.

"Upaya ini adalah sebagai bagian daripada operasi pelemahan KPK dari internal. Ada tugas-tugas guna mengamankan kasus-kasus besar yang kini masih tersisa dam belum ditindaklanjuti oleh KPK saat ini," jelasnya.

Andi menyebut, KPK harus dipimpin oleh sosok yang bebas dari kekuasaan atau "titipan" penguasa maupun lembaga penegak hukum lain. "KPK harus dipimpin oleh sosok yang punya integritas seperti pada periode awal KPK berdiri," tegasnya.

Koordinator Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni mengatakan,  KPK adalah aset bangsa yang sangat berharga. Jika ada upaya-upaya pelemahan maka harus dilawan bersama. Oleh karena itu

Abraham Samad harus menjelaskan sejelas-jelasnya upaya pelemahan tersebut.

Apalagi, kata Sya’roni, saat ini ada juga upaya pelemahan KPK dari ekstenal. Seperti banyak penyidik KPK yang diteror. Bahkan teror terhadap Novel Baswedan hingga kini juga belum terungkap.

"Tuduhan Abraham kan pelemahan dari dalam. Ini yang publik belum melihat indikasinya. Bila Samad mengetahuinya agar menjelaskan segamblang-gamblangnya," tegasnya.

Ancaman

Abraham Samad mengatakan terdapat ancaman melemahkan lembaga anti korupsi itu dengan cara menyusup ke dalam, dibenarkan sejumlah aktivis antikorupsi.

"Ancaman dari luar mudah ditangkap, semua orang lihat bahkan masyarakat sipil dan media bisa melihat ancaman itu dan bisa menghadapi sekaligus melawannya, tapi yang di dalam tidak akan terlihat oleh publik dan itulah yang akan dilakukan," ujar Samad dalam diskusi media yang dilakukan di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu.

Samad mengatakan bahwa usaha melemahkan KPK dari dalam dilakukan dengan menginfiltrasi kepentingan dari luar masuk ke dalam KPK lewat orang-orang tertentu.

Menurut Samad, sejauh ini ada beberapa calon yang diloloskan memiliki catatan yang tidak mendukung usaha pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK.