Sikap Patriotisme RR, Penamaan Laut Natuna Utara Naikkan Posisi Tawar Indonesia

Berbagai Sumber
Sikap Patriotisme RR, Penamaan Laut Natuna Utara Naikkan Posisi Tawar Indonesia
Rizal Ramli bersama Joko Widodo

Laut Natuna Utara terbukti berhasil menaikkan posisi tawar Indonesia di panggung regional dan global. Tak hanya itu, penggunaan nama Laut Natuna Utara era Presiden Jokowi juga dinilai sebuah langkah brilian yang menegasakan kedaulatan Indonesia. Juga memperlihatkan penghormatan kepada perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Adalah DR Rizal Ramli (RR), mantan Menko Kemaritiman yang berperan besar dalam penamaan Laut Natuna Utara tersebut. Sampai-sampai hal ini menjadi salah satu topik yang dibicarakan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis dalam kunjungan ke Indonesia pekan lalu. Dalam kunjungan itu, Mattis bertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tahun lalu.

Media dan analis memberi apresiasi kepada Rizal Ramli dan Deputi Menko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno yang dibawah payung politik Presiden Jokowi, menginisiasi pembuatan peta baru NKRI dan penamaan Laut Natuna Utara.

"Strategi Pak Rizal Ramli terbukti berhasil menaikkan posisi tawar kita di hadapan Amerika Serikat dan China. Setelah ini, kita harus hati-hati mengelolanya. Jangan terjebak pada kepentingan sempit salah satu pihak, tetapi harus menjadikan kepentingan nasional sebagai pedoman," kata analis masalah internasional, Dr Jerry Masie dan Teguh Santosa MA dalam keterangannya secara terpisah belum lama ini.

Patriotisme RR

Menurut Mattis, perairan di utara Natuna adalah sebuah titik strategis yang menentukan di kawasan yang mereka sebut Indo-Pasifik.

Penamaan Laut Natuna Utara merupakan sikap patriotisme Rizal Ramli dan Presiden Jokowi, dan jelas bukan cuma berupa wacana.

“Tidak perlu takut kalau ada protes China sebab Laut Natuna Utara justru memperkuat posisi tawar ASEAN di arena global,’’ kata analis masalah internasional, Dr Jerry Masie dan Teguh Santosa MA.

Kalangan media dan LSM menyesalkan adanya tindakan oknum pejabat Kemenko Kemaritiman yang mengungkapkan bahwa Penamaan Laut Natuna Utara itu klaim sepihak oleh Indonesia saja dan baru wacana dan diprotes China!! Bahkan pejabat itu menekankan bahwa “penamaan” Laut Natuna pun baru disepakati ditingkat kelompok kerja (Working Group) IHO code S23, dan belum disepakati melalui sidang paripurna IHO --- British Admiralty tetap namakan SOUTH CHINA SEA.

“Pejabat Kemenko Kemaritiman itu keliru dan misleading serta defisit nasionalisme-patriotismenya sudah parah. Bagaimanapun Penamaan Laut Natuna Utara harus diperjuangkan dan dipertahankan demi kepentingan nasional RI,’’ ujar analis masalah strategis F Reinhard MSc, dilansir Konfrontasi.comTotal potensi ikan di kawasan ZEE (Zona Ekonmi Ekslusif) di Laut Natuna kawasan utara sekitar 225 juta ton/tahun, dan RI perlu mempertahankan dan mempertaruhkan kawasan ZEE tsb karena NKRI adalah negara berdaulat dan menurut PBB maupun hukum internasional, kawasan Natuna Utara adalah milik RI , bukan wilayah yang diklaim sepihak oleh China.