Elita: Jangan Salahkan Sepenuhnya kepada Plt Dirut PLN

Danial
Elita: Jangan Salahkan Sepenuhnya kepada Plt Dirut PLN
praktisi hukum dari kantor hukum Lubis, Elita & Partners Dr (C) Elita Purnamasari SH MH

Jakarta, HanTer - Padamnya listrik di sebagian Pulau Jawa tidak bisa 100% menyalahkan pada Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani. Tekhnologi yang dimiliki PLN merupakan tekhnologi buatan manusia yang memiliki kelemahan-kelemahan. Meskipun bisa diantisipasi, namun segala kemungkinan human error bisa saja terjadi.

“Kita memang prihatin dengan musibah yang menimpa dunia kelistrikan di Indonesia kemarin, di mana ada masyarakat maupun industri yang mengalami kerugian, namun kita harus memberikan kesempatan kepada PLN untuk introspeksi memperbaiki diri, karena ini bukan 100% kesalahan PLN. Ibu Sripeni kan baru menjabat PLT Dirut PLN 2 hari dan langsung tertimpa musibah,” kata praktisi hukum dari kantor hukum Lubis, Elita & Partners Dr (C) Elita Purnamasari SH MH, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Ia justru meminta para pihak untuk melihat daerah-daerah lain di Indonesia, dimana ada daerah yang bisa saja setiap saat mengalami listrik padam. “Ini bisa juga menjadi peringatan kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang biasa hidup dengan kemewahan, serba wifi dan serba canggih, di sisi lain ada daerah yang tidak memiliki fasilitas mewah seperti Jakarta. Ini saya yakin di luar kemampuan PLN dan tanpa unsur kesengajaan,” bela Elita yang berprofesi sebagai Advokat ini.

Karenanya ia menghimbau kepada semua pihak untuk menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak kepolisian. Karena belum ada suatu putusan hukum yang menyatakan ada unsur kesengajaan, maka tidak bisa dituntut class action dan ini adalah post major.

"Belum ada hasil audit dan konfirmasi yang menyatakan PLN bersalah, PLN juga sudah dipanggil DPR, artinya sudah diminta pertanggungjawabannya oleh karena itu kita tunggu hasilnya baru kita bisa tahu apakah ini kesalahan PLN ataukah karena bencana," pintanya.

Namun Elita pun menyarankan kepada pemerintah agar PLN tidak hanya menjadi perusahaan tunggal, supaya lebih kompetitif dalam hal harga dan pelayanan kepada masyarakat. “Seperti halnya Pertamina, dulu sebagai penjual bahan bakar tunggal di Indonesia, namun saat ini tidak monopoli Pertamina lagi, sehingga lebih kompetitif dan pelayanannya lebih baik,” jelasnya.

Elita sepakat, PLN harus menjelaskan kepada masyarakat secara utuh agar tak terjadi kesalahpahaman dan masyarakat tetap tenang bila masih ada pemadaman listrik.

Seperti diketahui, padamnya aliran listrik di wilayah Jabodetabek yang terjadi Minggu (4/8/2019) kemarin mulai pukul 11.48 wib merupakan salah satu contoh buruknya sistem desain dan distribusi listrik di Indonesia saat ini. Pasalnya, kerusakan penyebab blackout, kata PLN, adalah gangguan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV yang ada di Ungaran dan Pemalang, namun dampak besarnya justru terjadi di wilayah Jabodetabek.