Pengelolaan Listrik Belum Menunjang Pertumbuhan Ekonomi

Danial
Pengelolaan Listrik Belum Menunjang Pertumbuhan Ekonomi
Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi (kiri) saat diskusi Forum Legislasi dengan ‘Buntut Listrik Padam Jawa-Bali, Bagaimana Pengawasan UU Perlindungan Konsumen?’ di Media Center DPR MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Jakarta, HanTer - Dalam diskusi Parlemen, Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, mengaitkan terjadinya ‘blackout’ listrik di sebagian Pulau Jawa dan Bali pada Minggu (4/8/2019) lalu dengan pertumbuhan ekonomi yang sekarang hanya muter-muter di angka 5 persen.

“Saya berpendapat, salah satu sebab mengapa pertumbuhan ekonomi kita muter-muter di angka lima sampai enam persen ini. Karena pengelolaan listrik kita belum sepenuhnya diarahkan untuk mendukung, menunjang pertumbuhan ekonomi. Mendukung dan menunjang industrialisasi,” kata Kurtubi saat diskusi Forum Legislasi dengan ‘Buntut Listrik Padam Jawa-Bali, Bagaimana Pengawasan UU Perlindungan Konsumen?’ di Media Center DPR MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Lanjut Kurtubi, kalau tujuan ingin mendukung pertumbuhan ekonomi menjadi doble digit misalnya. Kalau  kalau tujuannya untuk mendukung industrialisasi, maka rencanakan secara baik. Dan kalau tujuannya agar udara bersih, rencanakan  juga secara baik.

“Kemarin di Jakarta  semua pihak mengeluh polusi sebagian berasal dari kendaraan bermotor, sebagian berasal dari pembangkit listrik. Ini biar direncanakan. Ini pelajaran ini secara baik. Sehingga cita-cita bangsa ini untuk menjadi negara industri maju pada 100 tahun kita merdeka akan tercapai,” paparnya.

Untuk mencapai itu semua, menurut Kurtubi, syaratnya pertumbuhan ekonomi harus tinggi hingga mencapai doble digit. “Tentunya syarat untuk itu, suplay listrik harus cukup, terpercaya, stabil, bersih dan kalau bisa murah. Diupayakan untuk murah. Itu syaratnya,” bebernya.

Selain itu, di Pulau Jawa ini sekarang kapasitas pembangkitnya 30.000 Mega watt . “Ini saja cukup kualahan PLN ini untuk  mengelola hingga  terjadi seperti ini. Apalagi nanti kalau ingin menjadi negara maju, untuk  Pulau Jawa dikalikan lima. 150.000 Mega Watt ada di Pulau Jawa,” pungkasnya.