Langit Mekkah Mendung dan Gerimis Iringi Duka Kepergian Mbah Moen

Oni/Ant
Langit Mekkah Mendung dan Gerimis Iringi Duka Kepergian Mbah Moen

Doa-doa terus dipanjatkan oleh para pelayat yang memenuhi Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekkah, tempat jenazah KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen disemayamkan. Istri Mbah Moen, Nyai Heni Maryam, juga berada di sana. Nyai Heni, yang menggunakan kursi roda, sempat membuka kain kafan untuk melihat wajah suaminya.

Di antara para pelayat yang berada di Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekkah ada Pemimpin Pesantren Lirboyo dan Ustaz Wijayanto.

Mekkah yang biasanya panas dengan suhu di atas 40 derajat Celsius saat ini mendung dengan suhunya 32 sampai 33 derajat Celsius. Gerimis sempat turun saat subuh.

"Langit mendung Kota Makkah seakan gambarkan duka Menag @lukmansaifuddin beserta para santri Kyai Haji Maimun Zubair yang sedang menanti pengurusan jenazah almarhum di halaman RS An Noer pagi ini," ungkap akun Twitter resemi Kemenag, Selasa (6/8/2019).

KH Maimoen Zubair meninggal dunia di Rumah Sakit Al Noor, Mekkah, Selasa pagi, dan kemudian disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah.

Sepanjang hidupnya, Mbah Moen dikenal sebagai seorang alim, ahli fikih, sekaligus penggerak baik di lingkungan organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik.

Mbah Moen pernah berpesan bahwa dakwah selayaknya dilakukan secara damai, tak perlu keras dan galak. Menurutnya, kondisi hari ini berbeda dengan zaman perang di era sebelum kemerdekaan.

Mbah Moen lahir di Rembang pada 28 oktober 1928. Dia merupakan pimpinan pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Mbah Moen merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Ayahnya merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Basis pendidikan agama Mbah Moen sangat kuat dipengaruhi dari orang tuanya. Dia meneruskan pendidikan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, Mbah Moen juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Mbah Moen meninggal dunia di Makkah pada usia 90 tahun.