Megawati Lebih Nyaman Bersama Prabowo

Mampu Mencegah Dominasi Luhut, Hendro dan Surya Paloh

Harian Terbit/Safari
Mampu Mencegah Dominasi Luhut, Hendro dan Surya Paloh
Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri

Jakarta, HanTer - Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menilai Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati lebih nyaman bekerja sama dengan Ketua Prabowo. Kehadiran Gerindra, khususnya Prabowo dalam koalisi, dianggap mampu memecah gelombang dominasi tokoh lingkaran dalam Jokowi selama ini seperti Luhut Panjaitan, Hendropriyono, dan Surya Paloh.

"Mungkin dan bisa saja Megawati sudah mulai tidak nyaman melihat sepak terjang dan cara kerja mereka yang terlalu mempengaruhi Jokowi selama ini," ucap Pangi, menilai.

Lebih jauh dia memandang kehadiran Prabowo dalam Kongres PDIP merupakan satu rangkaian mulai dari pertemuan di MRT dengan Jokowi, politik nasi goreng antara Prabowo dan Megawati hingga kehadiran Prabowo di kongres nanti.

"Tidak menutup kemungkinkan juga kalau nanti akhirnya Megawati datang berkunjung ke Hambalang (kediaman Prabowo)," kata dia.

Masuk Koalisi

Pangi Syarwi Chaniago menilai kehadiran Prabowo Subianto dalam Kongres PDI Perjuangan 8-10 Agustus 2019, di Bali, akan menunjukkan sejumlah sinyal politik terkait koalisi.

"Kehadiran Prabowo di Kongres PDIP adalah sinyal Gerindra hampir dipastikan masuk ke gerbong koalisi pemerintah Jokowi," kata Pangi di Jakarta, Senin (5/8/2019), seperti dilansir Antara.

Pangi mengatakan kehadiran Gerindra dalam koalisi, kemungkinan besar merupakan wujud kabinet plus-plus yang selama ini kerap diutarakan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menilai baik Jokowi, Prabowo dan Megawati, saat ini sedang memainkan power interplay, di mana setiap kekuatan politik menjajaki satu sama lain.

Kekuatan politik itu mencoba untuk membangun satu konsensus dalam rangka formasi pemerintahan yang dianggap bisa merepresentasikan kepentingan politiknya secara efektif, bekerja sama dan bernegosiasi untuk kepentingan bangsa yang jauh lebih besar.

Dia mengatakan kehadiran Prabowo di Kongres PDIP semakin memperjelas bahwa Gerindra sudah hampir dipastikan bergabung ke dalam koalisi.

"Sebenarnya alarm sinyal bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintah sudah hampir dipastikan, katanya sudah 70 persen kans Gerindra bergabung," jelas dia, seperti dilansir Antara.

Ketua MPR

Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan sangat wajar kalau partainya memperoleh posisi kursi Ketua MPR RI karena secara elektoral menempati urutan kedua di Pemilu 2019.

"Saya kira wajar (Gerindra menginginkan kursi Ketua MPR RI) karena secara perolehan suara partai populer kedua terbesar di Pemilu 2019," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, Partai Gerindra saat ini terus aktif melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain dan kelompok DPD RI dalam upaya meraih posisi Ketua MPR RI.