Tembaki Ternak Warga; Bupati Nduga Minta DPR Tarik TNI-Polri

zamzam
 Tembaki Ternak Warga; Bupati Nduga Minta DPR Tarik TNI-Polri

 

Jakarta, HanTer - Bupati Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Yairus Gwijangge beserta rombongan mendatangi Gedung DPR RI dan diterima oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di ruang rapat pimpinan lantai 3 Nusantara III Parlemen Senayan, Senin, (5/8/2019).

Saat pertemuan dengan Bamsoet, Yairus malah meminta kepada pimpinan DPR agar segera menarik pasukan TNI-Polri dari wilayah Kabupaten Nduga Papua.

Karena menurut Yairus, aparat keamanan menembaki ternak warga hingga membuat masyarakat di 11 Distrik Kabupaten Nduga telah meninggalkan rumahnya, karena mereka merasa ketakutan.

“Jadi, Pak Ketua DPR, lebih bagus turun ke lapangan, melihat kondisi yang sebenarnya,” kata Yairus.

Walau TNI Polri diminta untuk ditarik dari Nduga, namun Bupati berharap proyek pembangunan Infrastruktur di wilayah hamparan Lembah Baliem yang terbentang pada areal ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut itu tetap dilanjutkan.

“Kami dengar katanya infrastruktur jalan akan diberhentikan. Padahal kami dan masyarakat di sana tidak menolak pembangunan. Jadi kami mohon pak ketua DPR tolong sampaikan ke presiden Jokowi agar pembangunan di Nduga tetap dilanjutkan,” paparnya.

Menanggapi permintaan dari Yairus Gwijangge tersebut, Bamsoet mengatakan, untuk masalah keamanan, dirinya akan berkoordinasi bersama Komisi I DPR RI untuk mengundang Panglima TNI, guna melakukan evaluasi.

“Saya juga akan teruskan informasi ini ke Komisi III DPR untuk mengundang Kapolri. Apakah pihak keamanan harus dipertahankan atau dikurangi. Tapi yang jelas semua Stakeholder, pemerintah pusat, Pemerintah daerah dan unsur keamanan harus kita duduk bersama, guna untuk mencari solusi terbaik,” ujar Bamsoet.