Kasus Suap Angkasa Pura II; Penyidik KPK Sita Dokumen Proyek

safari
 Kasus Suap Angkasa Pura II; Penyidik KPK Sita Dokumen Proyek

Jakarta, HanTer - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS)‎ tahun 2019‎. Saat ini dokumen-dokumen tersebut tengah ditelisik lebih lanjut.

 


Penyitaan dokumen tersebut hasil dari penggeledahan ruang kerja Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura(AP) II, Andra Y Agussalam yang dilakukan sejak Jumat hingga Sabtu 2-3 Agustus 2019, dini hari.

"Mulai Jumat malam sampai Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. (dilakukan penggeledahan) di ruangan Direktur Keuangan, Pengadaan, dan Financial. Disita sejumlah dokumen terkait proyek PT AP II," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (5/8/2019).

Diketahui, KPK sejauh ini telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan BHS tahun 2019. Kedua tersangka tersebut yakni, Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam dan staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Taswin Nur.

KPK menduga Andra telah menerima uang sebesar 96.700 dolar Singapura dari pihak PT INTI yakni Taswin Nur. Uang tersebut sebagai imbalan atas upaya Andra yang telah mengawal agar PT INTI mendapatkan proyek BHS tahun 2019.

Taswin Nur yang merupakan pegawai suruhan yang mewakili PT INTI untuk menyerahkan uang suap kepada Andra. Diduga, Taswin diperintah oleh atasan untuk menyerahkan uang tersebut. KPKsedang membidik keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, Andra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf  a atau b atau Pasal11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagalmana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

#Ap   #II