Sesuai UU No 30 Tahun 2009

Listrik Padam, PLN Harus Ganti Rugi

Safari
Listrik Padam, PLN Harus Ganti Rugi
PLN dituntut ganti rugi kepada masyarakat sebagai konsumen terkait pemadaman listrik di beberapa wilayah Indonesia.

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Ali Lubis, SH menegaskan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus ganti rugi kepada masyarakat sebagai konsumen terkait pemadaman listrik di beberapa wilayah Indonesia.

Ali menuturkan, ganti rugi bukan tanpa dasar. Karena berdasarkan ketentuan di dalam UU No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan terkait Hak Dan Kewajiban Konsumen, jelas disebutkan di dalam Pasal 29 ayat 1 huruf e *mendapat Ganti Rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik jo UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

"Dengan terjadinya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN di berbagai wilayah Khususnya Jakarta, maka masyarakat dalam hal ini sebagai konsumen telah mengalami kerugian secara sepihak, Belum lagi para pelaku usaha, perbankan dan lain-lain," ujar Ali di Jakarta, Minggu (4/8/2019).

Ali menuturkan, terkait permasalahan ini sudah sepatutnya pihak PLN melakukan penggantian kerugian yang dialami oleh pelanggannya dalam hal ini masyarakat, para pelaku usaha sebagai konsumen, bentuk ganti rugi dapat dilakukan dengan berbagai cara sepanjang dapat di maklumi oleh masyarakat.

Kompensasi

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyesalkan terjadinya pemadaman listrik secara total di wilayah Jabodetabek. YLKI meminta perusahaan plat merah itu memberikan kompensasi.

Ketua pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, menyampaikan, pemadaman itu ditengarai bahwa infrastruktur pembangkit PT PLN belum handal.

Pihak YLKI menyebut padamnya listrik di Jabodetabek, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja. Namun, merugikan sektor pelaku usaha. Dan hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia.

YLKI meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini.

Mohon Maaf

Terpisah, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Made Suprateka menyatakan, PLN memohon maaf terkait pemadaman listrik yang terjadi di Jabodetabek, Banten dan sebagian Jawa Barat.

Pemadaman ini terjadi akibat, pertamq, Gas Turbin 1 sampai 6 di PLTU Suralaya, Cilegon, Banten mengalami trip.

Kedua, Gas Turbin 7 di PLTU Suralaya, Cilegob, Banten saat ini dalam posisi mati (Off). Ketiga, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon, Banten juga mengalami gangguan atau trip.Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek dan Banten mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi. Saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," jelas I Made Suprateka.

Di Jawa Barat terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 KV yang mengakibatkan padamnya sejumlah Area, di antaranya: Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” Tutup Made.

Made juga menjelaskan, dari sisi perbaikan penyebab gangguan, PLN sudah melakukan, pengamanan GSW yang putus, dan penyalaan kembali GT di Suralaya. Aakan dilaksanakan scanning assesmen kondisi GSW yang se type. Pengaturan beban dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman.