Dipertanyakan, KPK Tak Sebut Nama 4 Tersangka Kasus e-KTP

Safari
Dipertanyakan, KPK Tak Sebut Nama 4 Tersangka Kasus e-KTP

Jakarta, HanTer - Sejumlah pegiat anti korupsi mempertanyakan dan menyesalkan dengan sikap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alex Marwata yang bakal menetapkan 4 tersangka kasus korupsi proyek e-KTP tapi tidak menyebut nama. Sikap Alex tersebut sama saja dengan menebar opini yang harusnya dihindari oleh KPK sebagai penegak hukum. 

"Pak Alex jangan cuma bisa mengumbar opini. Itu bukan tugas KPK. Tugas KPK itu menangkap koruptor," tegas Koordinator Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada Harian Terbit, Jumat (2/8/2019).

Menurut Sya'roni, jika KPK memang sudah mempunyai 2 alat bukti maka mestinya KPK langsug bergerak menangkap 4 orang tersangka tersebut. Siapa pun orangnya, apa pun jabatannya, siapa pun bekingnya maka KPK tidak perlu takut tersangka korupsi. Sehingga KPK bisa menyapu bersih para koruptor yang telah merugikan Indonesia.

Sementara itu, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi juga mempertanyakan, kenapa KPK takut menyebut nama 4 tersangka kasus e -KTP. Padahal sebagai lembaga negara yang saat ini didukung rakyat maka KPK bisa menyebutkan 4 nama tersangka tersebut. Selain harus menyebut nama, KPK juga harus segera memanggil 4 tersangka tersebut, agar bisa menginap di hotel rutan KPK.

"Tapi biasanya, ketika KPK tidak menyebut nama maka ini tandanya bahwa tersangka itu kelas teri bukan kelas kakap," paparnya.

Seperti diwartakan, Rabu (31/7/2019) di kantornya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan pihaknya telah menetapkan empat tersangka baru dalam kasus korupsi proyek e-KTP. "Kalau enggak salah terakhir itu ada empat," kata Alex.

Alex menyebutkan empat tersangka itu berasal dari unsur birokrat dan swasta. Alex enggan menyebutkan nama para tersangka tersebut. "Proses kan masih terus berjalan. Saatnya nanti pasti akan kita umumkan lah itu kan," kata dia.

Dalam kasus korupsi e-KTP, sebelumnya KPK telah menjerat 8 orang tersangka, yakni dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto; pengusaha Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo dan Made Oka Masagung. Eks Ketua DPR Setya Novanto, beserta keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo juga sudah dihukum dalam kasus ini. Terakhir, KPK telah menetapkan eks anggota DPR Fraksi Golkar Markus Nari menjadi tersangka.

#KPK   #korupsi   #ktp-e