Zulhas: Kami Tak Pernah Minta-minta ke Jokowi

Safari
Zulhas: Kami Tak Pernah Minta-minta ke Jokowi

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) Zulkifli Hasan, akrab disapa Zulhas,  menyatakan partainya tidak pernah meminta atau membuat syarat apapun kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"PAN hanya mendukung dan mendoakan supaya sukses. Kami tidak ada syarat-syarat, tidak ada minta-minta. PAN tidak pernah minta-minta," kata Zulhas kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/7).

Zulhas menyatakan kerja sama dalam politik merupakan sebuah keniscayaan. Pertalian koalisi bisa terjalin dari level mana saja, baik daerah maupun pusat.

"Mencalonkan gubernur harus sama-sama, Mencalonkan bupati harus sama, bahas undang-undang harus sama-sama. Enggak mungkin partai politik sendiri," katanya. 

Koalisi     

Ketua Bidang Legislasi Formappi (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia) Lucius Karus mengatakan, adanya koalisi plus-plus seperti yang dikatakan Kepala Staf Presiden, Moeldoko maka artinya membenarkan dugaan akan adanya parpol anggota koalisi baru yang akan bergabung dengan KIK (Koalisi Indonesia Kerja). Namun kepastian parpol mana saja yang akan menjadi pendatang baru maka tentu yang sulit diprediksi. 

"Soalnya ada beberapa parpol yang kelihatan sedang giat melakukan "PDKT". Mulai dari Gerindra, PAN, hingga Demokrat," ujar Lucius Karus kepada Harian Terbit, belum lama ini.

Sementara ituKoordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengatakan, pada dasarnya koalisi "plus-plus" bisa dianggap publik 
melibatkan kubu 02. Apalagi jika melihat dari roadshow pertemuan Jokowi-Prabowo dan Prabowo - Mega maka hal itu sudah bisa di tebak. 

"Jadi bisa dianggap koalisi plus- plus itu kompromi. Seperti apa konpromi nya. Juga tidak jelas. Apakah seperti 55:45. Seperti yang di lontarkan oleh Pak Amien Rais beberapa waktu lalu," jelasnya.

Arbi menuturkan, jika benar hasil pertemuan Jokowi-Prabowo dan Prabowo - Mega melahirkan kompromi antara kubu 01 - 02 maka sudah dipastikan akan mengecewakan para pendukung 02. Tulus rakyat dalam bentuk gerakan kedaulatan Rakyat akan membuat semakin kecewa. Dampaknya Prabowo akan semakin di tinggalkan pendukungnya. Karena rakyat yang tulus berjuang tanpa kenal lelah dengan modal sendiri selama ini telah dikhianati oleh Prabowo. 

"Prabowo terlihat seperti kerbau yang dicucuk hidung. Kompromi dimaksud itu akan merusak dan memecah belah antara Prabowo dengan pendukung," jelasnya.