Kasus Suap Gubernur Kepri; Penyidik PK Garap 7 Saksi

safari
Kasus Suap Gubernur Kepri; Penyidik PK Garap 7 Saksi

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tujuh orang saksi dalam perkara dugaan suap perizinan dan gratifikasi dengan tersangka Gubernur Kepuluan Riau nonaktif Nurdin Basirun.

 

Tujuh saksi yang diperiksa yakni Wali Kota Batam Muhammad Rudi, anggota DPRD Provinsi Kepri Iskandar, Notaris Bun Hai, wiraswasta Sugiarto, Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Tahmid.

Selan itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Riau Firdaus serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau Arif Fadilah. Pemeriksaan tujuh saksi tersebut dilakukan di Polres Balerang, Batam

"Hari ini, diagendakan pemeriksaan untuk tujuh orang saksi untuk tersangka NBA (Nurdin Basirun), Gubernur Kepri," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (26/7/2019).

Dalam mengusut kasus ini, KPK telah menggeledah 9 tempat di tiga lokasi berbeda. Penggeledahan terkait  kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau dan gratifikasi yang menjerat Gubernur nonaktif Kepri Nurdin Basirun.Dari penggeledahan itu diamankan sejumlah dokumen terkait perizinan yang relevan dengan perkara suap seperti pemanfaatan ruang laut di Kepri,

Hingga saat ini KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya diduga sebagai penerima yakni Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono. Sementara, diduga sebagai pemberi ialah Abu Bakar dari pihak swasta.