Girindra Sandino: Politik Indonesia Menuju Grand Coalition.

Anugrah
Girindra Sandino: Politik Indonesia Menuju Grand Coalition.
Pertemuan politik Megawati-Prabowo

Jakarta, HanTer - Manuver elit politik di tengah pembahasan anggota kabinet, Ketua MPR dan DPR akan mengantar politik Indonesia menuju grand coalition. Yakni koalisi yang dibentuk dengan melibatkan banyak partai di Parlemen. 

Analisis ini dikemukakan Direktur Eksekutif Indonesian Democratic Center for Strategic Studies (Indenis) Girindra Sandino dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (26/7/2019).  

Menurutnya, hasil rekapitulasi KPU berdasarkan pemilu legislatif 2019 menempakan PDI Perjuangan pada urutan pertama 19,33 persen. Diurutan kedua Partai Gerindra 12,57 persen, kemudian urutan ketiga Partai Golkar, selanjutnya PKB 9,72 persen Nasdem, 9,05 persen, PKS 8.21 persen, Demokrat 7,77 persen PAN 6.84 persen, dan PPP 4.52 persen. 

''Nah, ada beberapa hal yg perlu dicermati dari pertemuan-pertemuan para elit politik di tengah pembahasan anggota kabinet, Ketua MPR dan DPR. Pertama, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo, serta Megawati dan Prabowo membawa angin segar politik tanah air yang sebelumnya berlawanan keras di Pilpres 2019 bahkan sempat memecah belah masyarakat Indonesia,'' ujar Girindra. 

Di samping upaya rekonsiliasi, katanya, terlihat arah pembentukan grand coalition, dalam istilah literatur ilmu politik yang digagas Arend Lipjhart perlu dijajaki oleh elit politik parpol. Yakni koalisi yang dibentuk dengan melibatkan banyak partai di Parlemen. Ini yg terbaca dari manuver elit politik saat ini. Walau banyak penentangan di internal koalisi. 

''Tidak dapat dipungkiri ada kepentingan politik jangka panjang demi stabilitas jalannya roda pemerintahan. Langkah awal membentuk pemerintahan kuat. Khususnya Indonesia saat ini menganut sistem presidensiil-multipartai,'' jelasnya. 

Kedua, lanjut Girindra, dalam perjalanan pembentukan koalisi partai-partai besar dengan grand coalition akan diikuti minimal connected coalition atau kesamaan dalam preferensi kebijakan artinya terdiri dari partai-partai yang sama dalam skala kebijakan dan meniadakan partner yang tidak penting. Asumsi koalisi partai, memiliki tujuan "policy seeking atau memaksimalkan kebijakan sesuai kepentingan partai.

''Maka grand coalition yang akan berproses menuju minimal connected coalition jika terbentuk, akan memperkuat loyalitas peserta koalisi partai karena diikat oleh kesamaan tujuan kebijakan. Partai-partai seperti Golkar, PKB Nasdem, PAN, Demokrat, PPP akan mengikuti grand coalition tersebut,'' pungkasnya.