TAJUK: Tak ada Lagi Cebong dan Kampret, yang Ada Garuda Pancasila

***
TAJUK: Tak ada Lagi Cebong dan Kampret, yang Ada Garuda Pancasila
Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu di stasiun MRT Senayan Jakarta, Sabtu (13/7) (Desca Lidya Natalia)

"Peluk, peluk, peluk," seru masyarakat yang melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu pagi.

Tanpa sedikit pun rasa canggung, Jokowi dan Prabowo pun berpelukan, cium pipi kiri dan kanan, sambil menebar senyum.

Melihat hal tersebut, sontak masyarakat yang berkerumun di Stasiun MRT Senayan berteriak kegirangan dan bertepuk tangan.

"Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara yang sebetulnya ini sudah kita rencanakan lama tetapi Pak Prabowo juga sibuk, sering mondar-mandir ke luar negeri, saya juga begitu, perga-pergi dari Jakarta ke daerah dan ada juga yang keluar," tutur Jokowi saat konferensi pers.

Berbagai kalangan mengharapkan, pertemuan Jokowi dan Prabowo, harus menjadi momentum untuk memperbaiki mental para pemimpin jangan lagi bersikap ambigu, ambivalen, dan menghindari hipokrisi politik. Kita ingin pemimpin yang amanah dan istiqomah, satunya kata dan perbuatan.

Tentu saja pertemuan kedua tokoh itu mengajak semekain mengaskan, tidak ada lagi cebong, tidak ada lagi kampret. Tidak ada lagi 01 atau 02. Tidak ada lagi perbedaan karena kita satu bangsa dan tanah air Indonesia. Pesan inilah yang ingin disampaikan kedua tokoh tersebut.

Presiden  berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama. Karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air. Tidak ada lagi yang namanya 01 tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret, yang ada adalah Garuda. Garuda Pancasila.

Jokowi mengajak masyarakat untuk merajut kembali persatuan Indonesia sebagai suatu bangsa karena hanya dengan persatuanlah Indonesia dapat bertarung di arena kompetisi global yang semakin ketat.

Dalam sambutannya Prabowo Subianto mengatakan,”"Yang saya hormati Bapak Joko Widodo Presiden Indonesia, saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air. Hari ini sebagaimana saudara-saudara saksikan saya dan pak Joko Widodo bertemu, di atas MRT. Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT, jadi saya terima kasih Pak. Saya naik MRT luar biasa." 

"Jadi saudara-saudara, dikatakan beliau bahwa kita bersahabat dan kita berkawan. Memang kenyataan seperti itu. Jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengritik itu tuntutan politik, itu tuntutan demokrasi, demikian kan? Tetapi sesudah berkompetisi, sesudah bertarung dengan keras, kadang-kadang. Tetapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia," tegas Prabowo.

Akhirnya momen pertemuan yang dinanti-nanti sudah terjadi, sebutan "cebong-kampret" sudah berganti menjadi Garuda Indonesia, tidak ada lagi yang perlu ditunggu para pendukung untuk membuka hati agar dapat saling menerima satu sama lain meski punya pilihan politik berbeda, karena tujuannya adalah satu: membangun Indonesia. 

Para pengamat mengemukakan,  pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah sinyal yang kuat dari elite kepada masyarakat bawah untuk bersatu, menjaga persatuan, dan bersama-sama berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Adanya pertemuan ini maka situasi tegang di tingkat elite sudah 'clear', diharapkan para pendukung di tingkat akar rumput juga juga segera 'clear'.

Harus diakui, Pilpres 2019 menyebabkan polarisasi di masyarakat, antara pendukung Jokowi dan Prabowo. Polarisasi yang bahkan bermula sejak pilpres sebelumnya.

Begitu marak ujaran kebencian, saling hujat di antara masyarakat, terutama di media sosial, sebagai dampak ikutan rivalitas Jokowi dan Prabowo.

Karena itu, banyak pihak berharap pertemuan Jokowi dan Prabowo kali ini benar-benar mengakhiri perseteruan itu. Pelukan Jokowi dan Probowo diharapkan juga diikuti pendukung masing-masing.

Hari ini bangsa Indonesia berbahagia. Dua pemimpin besar bertemu dan menjadi simbol bagi terajutnya kembali persatuan bangsa yang sempat koyak karena kontestasi politik.

Harapan kita  pertemuan itu bisa menyudahi polarisasi sikap masyarakat selama ini dalam politik. Elite politik juga diharapkan tak lagi mengipasi konflik.

Kita banggsa dengan Jokowi dan Prabowo, karena pertemuan keduanya semakin membuktikan kenegarawan. Pertemuan itu meluruhkan seluruh konflik politik yang selama ini berlangsung. 

Mulai saat ini seluruh anak bangsa harus melebur dalam satu keindonesiaan, sama-sama membangun bangsa dan negeri ini.