Argo: Penangguhan Penahanan Habil Marati Kewenangan Penyidik

Danial
Argo: Penangguhan Penahanan Habil Marati Kewenangan Penyidik
Habil Marati diduga sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan

Jakarta, HanTer - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan mengenai penangguhan tersangka Habil Marati yang diduga sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan, adalah kewenangan penyidik.

"Penyidik yang punya wewenang soal penangguhan itu ya, jadi penilaian dikabulkan atau tidak ada di penyidik," ujar Argo kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Saat ditanyakan informasi terkini, mengenai apakah penyidik sudah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Habil Marati? Mengingat beberapa hari lalu pihak Polda Metro Jaya masih akan mengkaji.

"Sampai sekarang belum ada informasi dari penyidik," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sudah menerima surat permohonan penangguhan penahanan Habil Marati.

Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara tersangka Habil Marati mengatakan, surat permohonan penangguhan penahanan itu diserahkan pada Rabu (10/7/019).

Menurut Yusril, Habil sendiri yang meminta Yusril menjadi penasihat hukumnya dan ia menyanggupi dengan alasan ingin menjernihkan kasus Habil sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengungkapkan Habil memberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta.

Dimana saat itu, Kivlan disebutkan memberi uang tersebut kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. Senjata itu disebut untuk menembak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut.

Hingga saat ini, Habil juga masih ditahan di penjara Polda Metro Jaya, dan masih akan melalui proses hukum selanjutnya.