Bantu Pemerintah Sejahterahkan Rakyat; Kejaksaan Pulihkan Penglihatan 18.000 Penderita Katarak

zamzam
Bantu Pemerintah Sejahterahkan Rakyat;  Kejaksaan Pulihkan Penglihatan 18.000 Penderita Katarak

Jakarta, HanTer - Sejak Kejaksaan RI dipimpin Jaksa Agung HM Parsetyo, sebanyak 18.000 orang penderita katarak di Indonesia kembali menjalani hidup normal. Operasi katarak secara rutin dilakukan oleh Kejaksaan, khususnya dalam  rangka memperingati Acara Hari Bhakti Adhyaksa dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD).

"Kali ini ada 320 orang yang ikut operasi katarak, sehingga total telah mencapai 18.000 orang. Kegiatan ini memberi kesan Kejaksaan tidak hanya menangkap, menghukum dan menahan orang saja dalam menangani perkara, tetapi juga membantu dan menyatu dengan masyarakat," ujar Prasetyo  saat membuka kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RS Panti Secanti, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (13/7/2019). Acara tersebut merupakan rangkaian memperingati  Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-19.

Jaksa Agung mengungkapkan tanpa bermaksud ria, jika berobat di rumah sakit komersil biaya operasi katarak bisa mencapai Rp10 juta per orang. Karena itu dia berharap dengan operasi gratis yang selenggarakan Kejaksaan dengan dibantu para relawan dan tim medis, para penderita bisa menjalani hidup normal tanpa ada gangguan mata dalam menjalani kehidupan ini.

Prasetyo memaklumi biaya untuk menjalani pengobatan katarak cukup mahal. Akibatnya tidak jarang masyarakat penderita gangguan penglihatan mengurungkan niat untuk menjalani pengobatan.

"Kesehatan merupakan penopang hidup nikmat dan sejahtera. Kesehatan sangat penting agar orang itu tidak tergantung orang lain, setidaknya bisa berbuat untuk diri sendiri dan membantu orang lain. Modalnya ialah harus sehat," ujarnya.

Pengobatan gratis itu diselenggarakan tanpa pandang bulu. Dalam artian siapa saja yang menderita katarak bisa ikut berobat.

"Filosofinya disamping memberikan sentuhan, juga bisa memberikan kebahagian kepada orang lain. Memberikan kebahagian kepada orang lain tidak akan mengurangi kebahagiaan kita, tetapi justru sebaliknya akan menambah kebahagian kita dan keluarga dan memberi manfaat kepada orang lain," ujarnya.

Jaksa Agung menegaskan operasi katarak gratis tidak selalu  saat memperingati Hari Bhakti Adhyaksa. Tetapi jika  ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, kejaksaan siap untuk menjawab permintaan tersebut.


Triastuti dan Theresia Suprapti, dua dari ratusan pasien penderita katarak yang menjalani pengobatan di RS Panti Secanti, mengaku tidak menyangka gangguan penglihatan yang selama ini diderita bisa pulih tanpa dibebani biaya.

"Saya tidak ada rencana operasi katarak karena enggak ada biaya. Sekarang saya sudah sembuh dan bisa beraktifitas lagi, mengurus suami untuk bertani," kata Triastuti dihadapan Jaksa Agung.

Selain operasi katarak gratis, Kejaksaan juga melenyelenggarakan bakti sosial pencegah kanker serviks dan menyumbangkan inkubator untuk salah seorang bayi yang lahir dengan berat hanya 9 ons.


Percepatan Program Pemerintah
    
Pada kesempatan itu Prasetyo menyatakan operasi katarak bagi masyarakat tak mampu juga mendorong percepatan program pemerintah dalam hal mensejahterahkan rakyat.

Apalagi kegiatan sosial itu  juga mendapat dukungan dari kementerian kesehatan, para relawan, donatur, dan tim medis yang siap sedia membantu.

"Tujuannya untuk membantu sesama, termasuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui upaya memelihara kesehatan masyarakat. Kita memang punya BPJS Kesehatan, tapi tentunya kita juga perlu memberikan dukungan dengan kerja nyata," ujar Prasetyo.

Pada acara tersebut Turut hadir Wakil Jaksa Agung Arminsyah, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Loeke Larasati, Ketua Umum IAD Pusat Ros Ellyana Prasetyo, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Sartono, Kepala Pusat Penerangan Hukum Mukri, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati DKI) Warih Sadono dan sejumlah pejabat utama di lingkup Kejaksaan Agung.