Cawagub PKS Disarankan Gencarkan Lobi Politik

Sammy
Cawagub PKS Disarankan Gencarkan Lobi Politik
Cawagub PKS, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto

Jakarta, HanTer - DPW PKS DKI Jakarta disarankan kembali mengajak dua kandidat calon wakil gubernur (Cawagub) safari politik dengan menyambangi fraksi-fraksi di DPRD DKI. Pasalnya, beberapa fraksi di DPRD DKI masih menolak figur kedua calon Cawagub, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

"Saya sarankan PKS kembali melakukan lobi ke fraksi-fraksi," kata Anggota Pansus Pemilihan Wagub DPRD DKI Jakarta, Syarif, di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019). 

Dirinya mengaku tak mengetahui terkait alasan fraksi-fraksi yang merupakan oposisi dari Gubernur Anies Baswedan itu menolak kedua figur tersebut. "Kita mendukung Agung dan Syaikhu, dan berharap proses pemilihan ini cepat selesai," tegasnya. 

Pembahasan 'Alot'

Disisi lain, nampak timbul adanya penolakan beberapa fraksi melalui alotnya pembahasan beberapa pasal dalam tata tertib (Tatib) pemilihan wagub oleh Pansus. 

Adapun pembahasan pasal yang alot dibahas diantaranya mengenai masalah terpenuhi atau tidaknya jumlah anggota DPRD yang hadir saat Paripurna Pemilihan Wagub digelar (kuorum) yang telah ditetapkan sebanyak 50%+1 dari anggota DPRD yang secara fisik hadir dalam sidang paripurna. 

Anggota Pansus Pemilihan Wagub dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, sebelumnya mengatakan, jika ketentuan 50% + 1 itu tidak terpenuhi, maka sidang paripurna ditunda satu jam. Jika masih belum kuorum ditunda lagi satu jam. Jika masih belum kuorum juga, maka ditunda hingga tiga hari. 

"Bila masih belum kuorum maka masalah pemilihan Wagub ini dikembalikan kepada pimpinan Dewan atau partai untuk mencapai musyawarah dan mufakat," katanya di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Nama Baru

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, mengatakan, mekanisme pemilihan wagub DKI hingga kini masih digodok oleh Pansus DPRD DKI.

Ia mengungkapkan, dalam salah satu pasal dalam tata tertib itu disebutkan, bila sampai tahap paripurna tidak mencapai kuorum, maka akan dikembalikan kepada partai pengusung, yakni PKS dan Gerindra. 

"Ya kan gini, dalam ketentuan itu, bila tidak kuorum dua kali, diserahkan ke partai pengusung, balik lagi ke partai pengusung. Artinya kalau enggak kuorum, berarti kan rakyat Jakarta enggak (sepakat, red) kan. DPRD itu representasi rakyat Jakarta," kata Taufik di Jakarta, Kamis (11/7/2019). 

Usai dikembalikan, PKS dan Gerindra harus segera berunding untuk menentukan langkah berikutnya.  "Nanti dikembalikan ke partai pengusung. Tinggal di situlah berunding lagi partai pengusung," ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini. 

Taufik melanjutkan, bisa saja dalam hal tersebut Gerindra mengajukan nama baru cawagub DKI.  "Majuin ya pasti majuin, diobrolin, didiskusiin," tutup Taufik.