Gara-Gara VDNI, Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Safari
Gara-Gara VDNI, Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa
Puluhan massa aksi dari Aliansi Rakyat Konawe kembali menuntut penyelesaian dan pengusutan kasus PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) yang diduga menjadi biang masalah kehidupan masyarakat.

Kendari, HanTer  - Puluhan massa aksi dari Aliansi Rakyat Konawe kembali menuntut penyelesaian dan pengusutan kasus PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) yang diduga menjadi biang masalah kehidupan masyarakat. Aksi tersebut disampaikan di Sekretariat DPRD Provinsi Sultra, sayangnya, tak ada seorang pun anggota dewan yang menemui massa aksi.

Akibatnya, massa aksi memaksa masuk dan terlibat adu jotos dengan pihak kepolisian. Massa aksi lalu menyegel beberapa pintu masuk Sekretariat DPRD Sultra menggunakan beberapa batang balok dan papan.
Hingga berita ini naik tayang, massa aksi telah meninggalkan Kantor DPRD Sultra menuju Polda dan Kantor Gubernur Sultra.

Awak media berusaha meminta informasi kepada beberapa staf dan pegawai DPRD Sultra menanyakan keberadaan anggota dewan, namun diantara mereka justru saling tunjuk dan angguk kepala untuk menjawab.
Untuk diketahui massa aksi mendesak Pemprov Sultra segera mengevaluasi dan mengusut tuntas kasus pemilik perusahaan PT VDNI yang diduga telah melakukan malapraktik penyalahgunaan izin lokasi kawasan Industri yang melanggar undang-undang 1945 pasal 33.

Ahmad Zainul, selaku koordinator lapangan Aliansi Rakyat Bersatu menegaskan, pihaknya tidak akan pernah berhenti mendesak Pemprov sampai kasus dimaksud tuntas dan mendapat titik terang.

“Kami tidak akan pernah berhenti,  apapun tawarannya kalau bukan solusi penegakan supremasi hukum, saya adalah masyarakat yang merasakan dampak penderitaan akibat perusahaan itu,  sebab itu haram hukumnya berhenti menyuarakan sebelum menuai keadilan," tegas Alumni IAIN Kendari itu, Kamis (11/7/2019).