Rosyid Arsyad: Komite Pedagang Pasar Bersama Masyarakat Dukung Penuh Buwas Salurkan BPNT Lewat Bulog

Danial
Rosyid Arsyad: Komite Pedagang Pasar Bersama Masyarakat Dukung Penuh Buwas Salurkan BPNT Lewat Bulog
Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad

Jakarta, HanTer - Komite Pedagang Pasar (KPP) relawan militan Jokowi Ma'ruf Amin menanggapi akan mundurnya Budi Waseso jika Kemensos yang ditunjuk menyalurkan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT). KPP mendukung Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), yang menyalurkan BPNT kepada masyarakat yang tidak mampu. 

"Memang menurut kami Perum Bulog lah yang sangat pantas berperan dan sesuai dengan tupoksinya dalam menyalurkan BPNT," kata Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad, Senin (8/7/2019).

Rosyid menilai jika program BPNT, ini tidak boleh dipermainkan untuk ajang bisnis dan kepentingan partai politik. Dengan Perum Bulog sebagai penyalur BPNT maka dirinya yakin bantuan tersebut, akan sampai kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan.

"Dibawah Perum Bulog, penyaluran BPNT bisa terkontrol, terjamin sekaligus bisa diawasi dengan baik," tegasnya.

Lebih lanjut Rosyid juga menuturkan jika sosok Dirut Perum Bulog yakni Budi Waseso juga merupakan sosok yang memperhatikan masyarakat kecil. Dirinya bersama Komite Pedagang Pasar (KPP) pun siap mengawal dan mengkritik jika nantinya ada permasalahan penyaluran BPNT.

"Pak Buwas ini orang jujur, berani dan tegas. Beliau tidak ingin adanya ajang bisnis, penyelewengan dan ketidakberesan dalam penyaluran BPNT. Dan kami mendukung penuh dalam hal penyaluran BPNT dan kestabilan harga pangan, jika ada yang menginginkan pak buwas mundur dari jabatan dirut bulog, berarti pak buwas siap dilantik jadi menteri, agar lebih luas pak Buwas jadi menteri bisa mengontrol dan monitor bulog menjalankan BPNT, menjaga kestabilan harga pangan dan memperhatikan masyarakat kecil," tutup Rosyid.

Sebelumnya sempat terjadi kontroversi perihal siapa penyalur BPNT, mensos Agus Gumiwang mengatakan pihaknya akan mengambil penyaluran BPNT dari Perum Bulog. Menanggapi hal itu Dirut Perum Bulog Budi Waseso bahkan mengatakan akan mundur jika Kemensos akan mengambil Alih penyaluran BPNT.

Namun setelah diadakan Rakor BPNT Mensos akhirnya menunjuk kembali Perum Bulog yang akan menjadi penyuplai BPNT. Dirut Perum Bulog Buwas  mengatakan penunjukan sebagai manajer suplai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) membuat peran institusinya menjadi jelas.

"Kalau umpamanya tidak diberi peran, berarti sudah tidak ada BULOG. Kita bukan bicara keuntungan, tapi yang paling penting bagaimana peran kita menjadikan program pemerintah bisa terlaksana," katanya

"Swasta juga kita rangkul, kita akomodasi karena tidak bisa mutlak 100%, yang penting adalah peran dari pemerintah ini, dalam hal ini Bulog. Kita bisa menjamin kualitas, ketersediaannya, jaminannya kepada masyarakat penerima bansos pangan," tambahnya.