Sama-sama Optimis Direstui Jokowi

Kubu Airlangga dan Bamsoet Saling Klaim Raih Dukungan DPD

Sammy
Kubu Airlangga dan Bamsoet Saling Klaim Raih Dukungan DPD
Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto

Jakarta, HanTer— Persaingan perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar memanas. Kubu Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto saling klaim sudah mendapat dukungan ratusan suara dari DPD I dan DPD tingkat II Golkar seluruh Indonesia. Bahkan kedua kubu meyakini akan mendapat restu dari Presiden Joko Widodo.

Wakil Sekjen DPP Golkar Maman Abdurahman mengklaim Airlangga telah mendapatkan dukungan dari 410 suara dari DPD tingkat I dan DPD tingkat II di seluruh Indonesia untuk maju kembali sebagai kandidat ketua umum di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang rencananya digelar Desember 2019 mendatang.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons klaim kubu Bambang Soesatyo atau Bamsoet yang mengaku telah menerima dukungan 400 DPD seluruh Indonesia

Sementara politikus Senior Partai Golkar, Yorrys Raweyai mengklaim Bamsoet sudah mendapatkan dukungan dari 400 DPD tingkat I dan II seluruh Indonesia untuk maju sebagai ketum Golkar.

 "Sampai ini hari Bamsoet sudah mendapat dukungan lebih dari 400 dukungan dari DPD tingkat I dan II]," kata Yorris.

Menurutnya,  para pemilik suara di Munas Golkar diantaranya adalah DPD tingkat I yang berjumlah sekitar 34 kepengurusan, DPD Tingkat II yang memiliki sekitar lebih dari 500 kepengurusan.

Tak hanya itu, tiga organisasi pendiri Partai Golkar seperti Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) turut memilik hak suara.

Airlangga dan Bamsoet juga mulai bergerilya menggalang dukungan di daerah-daerah. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Andi Sinulingga memprediksi persaingan pemilihan Ketum Golkar dalam forum Munas akan berlangsung memanas karena akan didominasi kedua nama tersebut.

Tak hanya soal adu kuat dukungan suara di daerah, kata Andi, faktor eksternal, seperti restu dari Presiden Joko Widodo sangat menentukan bagi kandidat untuk menduduki posisi Ketua Umum Golkar selanjutnya.

"Karena kalau kita lihat restu pak Jokowi. Siapa yang direstui pak Jokowi saya kira itu yang akan memimpin Partai Golkar nanti," kata Andi.

Jokowi sendiri sempat melontarkan pernyataan bahwa para menterinya tak boleh merangkap sebagai Ketum Parpol beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk Bamsoet, kini menjabat sebagai Ketua DPR yang memiliki tingkat kekuasaan setara dengan presiden dalam sistem trias politica atau pemisahan kekuasaan.