Bawang Merah dan Putih Masih Mahal

Harga Cabai dan Sayur-sayuran Menggila, Emak-emak Menjerit

Harian Terbit/Ale
Harga Cabai dan Sayur-sayuran Menggila, Emak-emak Menjerit
Pedagang cabe merah

Jakarta, HanTer - Harga cabai dan sayur-sayuran juga mengalami kenaikan.  Kenaikan ini dikeluhkan emak-emak karena mereka terpaksa mengelurkan biaya tambahan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Data di Pasar Induk Kramat Jati pada periode Juni hingga Juli, harga cabai rawit merah naik dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp43.000 per kilogram, meningkat 40,90 persen. Sementara harga cabai rawit hijau pada periode sama, naik 46 persen menjadi Rp46.000 per kilogram dari sebelumnya Rp21.000 per kilogram.

Sementara itu pembeli kebutuhan pokok di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengeluhkan naiknya harga cabai rata-rata sekitar 50 sampai 60 persen.

Sri Hartini, seorang pembeli yang juga ibu rumah tangga tersebut mengeluhkan harga cabai yang naik cukup tinggi dari harga biasanya. "Biasanya paling Rp25.000 sampai Rp30.000, tapi ini naik jadi Rp 65.000. Jadi makin pusing karena uang belanja juga terbatas," ujar Sri yang di temui di Pasar Jaya, Jakarta Selatan, Senin, seperti dilansir Antara.

Bawang Putih

Senada dengan Sri, Ria juga mengeluhkan soal harga komoditas pangan yang juga ikut naik. "Tidak hanya cabai, tetapi juga komoditas lain, seperti wortel yang biasa dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram sekarang dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram.

Harga bawang merah dan putih meski sudah turun tetapi masih tergolong tinggi di harga Rp 40.000 per kilogram. "Mayoritas mengalami kenaikan. Semoga besok cepat turun kembali ke normal," kata Ria.

Aas, pedagang sayuran hanya bisa berharap jika semua komoditas pangan dapat kembali ke harga normal sehingga tidak memberatkan dirinya maupun pembeli.

"Kita sebagai penjual inginnya jual murah, standar saja seperti hari-hari biasa kan enak," kata Aas, yang tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga komoditas pangan yang dijualnya.

Pemprov DKI menduga naiknya beberapa komoditi sayuran di pasar tradisional di wilayahnya karena berkurangnya pasokan dari sentra produksi yang dipengaruhi musim kemarau.

Sayur-mayur

Harga sejumlah sayur-mayur merangkak naik selama periode Juni-Juli tahun ini seiring pasokan dari petani yang menurun akibat musim kemarau.

"Kenaikan bervariasi, secara umum kenaikan harga sayur-mayur naik sekitar lima persen hingga 45 persen selama Juni hingga Juli tahun ini," papar Staff Usaha dan Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati, Wahyu Ibrahim di Jakarta, Senin.

Sebagai informasi, di Pasar Induk Kramat Jati, beberapa harga sayuran yang rata-rata mengalami kenaikan diantaranya cabai rawit merah dan hijau, timun, terong, kentang, kol, dan sawi hijau.

Per tanggal 8 Juli ini, komoditi cabai rawit mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan dengan sayur-mayur lain, yaitu sekitar 40-45 persen dua bulan terakhir atau periode Juni-Juli 2019.

Untuk cabai rawit merah misalnya, berdasarkan data di Pasar Induk Kramat Jati, naik dari Rp20.00 per kilogram menjadi Rp43.000 per kilogram, meningkat 40,90 persen.

Sementara harga cabai rawit hijau pada periode sama, naik 46 persen menjadi Rp46.000 per kilogram dari sebelumnya Rp21.000 per kilogram.

Kenaikan lain juga terjadi pada kentang yang terpantau naik menjadi Rp10.343 dari Rp9.671 per kilogram. Sawi hijau naik 5 persen menjadi Rp5.829 per kilogram.

Sementara bawang merah relatif masih stabil, per 8 Juli ini harganya sebesar Rp20.286 per kilogram. Harga tersebut naik dibandingkan awal pekan lalu yang masih Rp19.286 per kilogram. Sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Komoditas lainnya, seperti tomat mencatatkan penurunan harga menjadi Rp12.714 dari sebelumnya Rp14.357 per kilogram. Kacang panjang juga turun menjadi Rp12-429 dari Rp14.143 per kilogram. Kembang kol jugabtirin menjadi Rp15.167 dari sebelumnya Rp17.375 per kilogram.