Setelah Dilantik Jadi Presiden Periode Kedua

Bukan Hal Mustahil Jokowi Pulangkan Habib Rizieq Shihab

Sammy
Bukan Hal Mustahil Jokowi Pulangkan Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab

Jakarta, HanTer - Rencana rekonsiliasi Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2019, kembali menuai kontroversi di berbagai kalangan. Pasalnya, rekonsiliasi tersebut dikaitkan dengan wacana memulangkan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke tanah air.

Pengamat politik Ujang Komarudin, menilai Joko Widodo-Ma'ruf Amin bakal lebih bisa merealisasikan janji politik Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk memulangkan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Ujang melihat, bukan hal mustahil saat Jokowi-Ma’ruf itu resmi memimpin Indonesia pada periode 2019-2024 langsung membawa imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut pulang ke Tanah Air.

"Bisa saja Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf langsung memulangkan Habib Rizieq. Artinya, itu bisa direalisasikan Pak Jokowi dan Ma'ruf," ucap Ujang di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Menurut Ujang, terdapat beberapa faktor yang memungkinkan Rizieq pulang di era Jokowi-Ma'ruf. Pertama, Rizieq tidak memiliki masalah apa pun dengan Kiai Ma'ruf, bahkan pernah sebarisan saat Pilkada DKI 2017.

Faktor kedua, lanjut dia, kemungkinan besar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tidak memperpanjang proses hukum terhadap Habib Rizieq.

Ujang mengatakan, Jokowi sebagai presiden harus menunjukkan kemampuannya merangkul semua pihak, termasuk kawan, maupun lawan politik. "Hanya, dengan salah satu syarat lain, tidak melanjutkan kasus hukumnya di Indonesia," ungkap dia.

Usulan Positif

Sebelumnya diketahui, mantan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyarankan agar rekonsiliasi Jokowi-Prabowo dimanfaatkan untuk membawa pulang Habib Rizieq Syihab ke Indonesia.

Adapun Partai Gerindra mendukung usulan itu. "Bukan kami memaksakan, tapi menurut kami kepulangan Habib Rizieq akan sangat-sangat positif," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Ia mengatakan, usulan Dahnil tersebut sejalan dengan keinginan umat. Secara pribadi pun, Habiburokhman sangat setuju dengan usulan rekonsiliasi itu.

Mengingat, Habib Rizieq merupakan figur penting yang bisa membawa kesejukan bangsa.

"Saya sepakat dengan Dahnil, secara pribadi saya juga punya janji kampanye ke konstituen untuk memulangkan Habib Rizieq apabila terpilih. Habib Rizieq adalah salah satu figur penting bangsa ini, kepulangan beliau ke tanah air bisa membawa kesejukan dan memuluslan relonsiliasi kebangsaan," tuturnya.

Tergantung Prabowo

Hal senada juga disampaikan anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade. Andre menyambut positif usulan Dahnil itu. "Ide Dahnil itu bagus. Bukan hanya HRS tapi juga yang lainnya kalau bisa selesai," kata Andre.

Kendati demikian, Andre mengatakan tak bisa memastikan apakah rekonsiliasi itu akan terwujud. Dia mengatakan kepastian rekonsiliasi tergantung pada sang ketum, Prabowo.

"Usul Dahnil bagus ya, tapi kita kan tidak tahu apakah pertemuan ini jadi atau tidak. Tapi seandainya jadi ya tentu harapannya seluruh masalah bisa selesai. Termasuk membawa pulang HRS. Harapan kita bisa menyelesaikan seluruh masalah. Kalau seandainya terjadi. Tapi apakah jadi atau tidak tergantung Pak Prabowo. Saya nggak bisa berkomentar panjang," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Dahnil melempar wacana rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo dimanfaatkan untuk membawa pulang Rizieq. "Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada HABIB RIZIEQ kembali ke Indonesia," tulis Dahnil dalam akun Twitter-nya, Jumat (5/7/2019).

Tak Setuju

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago angkat suara terkait kicuan mantan Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang berbicara mengenai rekonsiliasi lebih tepat dengan memberikan kesempatan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab kembali ke Tanah Air.

Irma menganggap, Dahnil ibarat lempar batu sembunyi tangan terhadap wacana rekonsiliasi. "HRS itu pergi sendiri, tidak ada yang menyuruh pergi," ujar Irma di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Selain itu, Irma juga menegaskan tak ada kriminalisasi terhadap HRS. Sehingga, apa alasan Dahnil meminta stop kriminalisasi ulama. "Menurut saya demo berjilid-jilid, SARA, hoaks dan fitnah yang TMS itu justru yang sebenarnya (tindakan, red) kriminslisasi," ungkapnya.