Sudah Dipesan 120 Ribu Orang; KTP Prabowo-Sandiaga Bikin Heboh

Sammy
Sudah Dipesan 120 Ribu Orang; KTP Prabowo-Sandiaga Bikin Heboh

Jakarta, HanTer - Kemunculan Kartu Tanda Pendukung (KTP) Prabowo-Sandi, kerap menghebohkan publik. Terlebih, kemunculan KTP tersebut tidak dikeluarkan secara resmi oleh BPN Prabowo-Sandi. Sejak diproduksi Oktober 2018 hingga sekarang, KTP tersebut sudah dicetak hampir 10 ribu keping dan tersebar ke seluruh Indonesia. Jumlah itu masih terbilang sedikit dibanding dengan jumlah pendaftar yang mencapai 120 ribu orang.

Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade buka suara terkait munculnya KTP Prabowo-Sandi tersebut. Ia menegaskan, KTP itu tidak dikeluarkan resmi oleh BPN Prabowo-Sandi.

Menurut dia, pihak relawanlah yang telah mengeluarkan KTP Prabowo-Sandi tersebut. "Saya ingin tegaskan KTP Prabowo-Sandi itu bukan dikeluarkan resmi oleh BPN maupun oleh Partai Gerindra. Kelihatannya ini relawan yang mengeluarkan," ujar Andre di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Andre berharap, para relawan yang telah membuat KTP itu segera melakukan koordinasi dengan Partai Gerindra.

"Tentu kita harapkan bagi relawan yang melakukan hal ini segera berkoordinasi dengan Partai Gerindra ya karena bagaimana pun ini kan harus diizinkan oleh Pak Prabowo," terang dia.

Ia mengimbau, jangan sampai teman-teman relawan terlalu maju ke depan, mengumpulkan data pendukung tanpa sepengetahuan pihak Gerindra.

Selain itu, penggagas KTP Prabowo-Sandi diminta segera melakukan koordinasi dengan Partai Gerindra agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Sehingga supaya tidak terjadi miss understanding, kita minta segera penggagas KTP Prabowo berkoordinasi lah dengan Partai Gerindra," perintah Andre.

WhatsApp

Dalam situs web ktpprabowo.id, KTP itu menampilkan penampakan tiga macam KTP-PS. Serta, dengan biaya pembuatan yang berbeda pula yang bisa dipesan melalui WhatsApp.

Dari situsnya diketahui harga kartu untuk reguler Rp20 ribu sementara platinum Rp40 ribu. Ada pula paket Master Piece yakni seharga Rp125 ribu dan Rp90 ribu.

Bahkan seluruh biaya yang dicantumkan tersebut belum termasuk ongkos pengiriman ke alamat pemesan.

Keterangan lain yang tertulis di ktpprabowo.id, situs itu dikelola oleh relawan 02 KTP Prabowo- Sandi Pendukung Prabowo Sandi Nasional (PPSN) sejak Oktober 2018.

Dicantumkan pula alamat Sekretariat KTP Prabowo-Sandi di situs itu, yakni Bojong Koneng, Hambalang No. 87, Bogor. Belum diketahui pasti sosok pembuat situs tersebut serta apa motifnya.

Sempat Ditolak

Penggagas sekaligus Ketua Umum KTP-PS, Yudi Cahya Prawira mengatakan, pembuatan KTP-PS awalnya bertujuan sebagai identitas relawan untuk pelaporan kecurangan Pemilu 2019.

"Mulanya sebagai akses laporan kecurangan pemilu untuk relawan, ada dua seri (regular dan gold, red) saja. Kenapa jenis kartu? Supaya masyarakat punya kebanggaan, kalau spanduk, bikin baju itu sudah biasa ya, jadi kita buat beda, bikin kartu supaya beda juga bisa bawa-bawa," kata Yudi di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Sejak diproduksi Oktober 2018 hingga sekarang, KTP Prabowo-Sandi sudah dicetak hampir 10 ribu keping dan tersebar ke seluruh Indonesia. Jumlah itu masih terbilang sedikit dibanding dengan jumlah pendaftar yang mencapai 120 ribu orang.

"Kita enggak bisa ambil semua karena keterbatasan. Buka pendaftaran lewat WhatsApp juga sudah diblokir, karena dianggap spam. Soalnya dalam satu jam itu yang daftar sampai 1.500," ungkap Yudi.

Yudi menjelaskan, ketiga jenis kartu tersebut memiliki sedikit perbedaan, namun fungsinya sama yakni sebagai identitas bagi pendukung Prabowo-Sandi. Untuk kartu reguler tidak ada foto Prabowo-Sandi, sedangkan gold dan platinum ada foto dan sertifikat.

"Nah kalau platinum awalnya sewaktu quick count kita bingung saat KPU memenangkan 01. Lalu muncullah kartu platinum 2019-2024, sebenernya untuk support mas. Maksdnya jangan kalah gas gitulah. Kemudian kita taruh pengumuman 10 Juli kita terakhir (produksi), nah mulai viral dari situ," ujarnya.

"Bikinnya di sekretariat relawan ada sekitar 20 orang. Kantor kita dekat kok dengan kediaman Pak prabowo ya sekitar 1 kilometeran-lah. Kalau rumah Pak Prabowo kan di atas, kita di bawahnya" ujarnya.

Yudi juga menanggapi ultimatum dari pihak BPN Prabowo-Sandi yang menuding pembuatan kartu tersebut ilegal. Kata dia, program pembuatan KTP-PS untuk relawan sempat diajukan ke BPN pada akhir 2018 namun ditolak dengan alasan kesibukan.

"Saya sudah masukkan ini ke BPN sebagai program tapi ditolak kasarnya. Kita sebagai relawan tidak ada urusan dengan Partai Gerindra. Saya relawan, saya ingin mengkampanyekan Prabowo-Sandi terus mau bikin kaus, apa harus bilang dulu?. Nah prodak kita kartu masa kita taruh gambar kucing? Terus dibilang tanpa izin? Izin gimana kan kita relawan," kata dia.

Yudi pun kembali menegaskan jika pembuatan KTP-PS ini murni dari relawan dan tidak ada kaitannya dengan Partai Gerindra.

Tindak Tegas

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco mengatakan bahwa pembuatan KTP Prabowo-Sandi ini di luar pengetahuan Prabowo.

"Pembuatan KTP PS ini di luar pengetahuan Pak Prabowo, di luar seizin Pak Prabowo, seolah-olah resmi dari Pak Prabowo," ujar Sufmi Dasco, beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga akan mengambil langkah hukum jika pihak inisiator tidak meminta izin terlebih dahulu.

Ia juga mengimbau agar inisiator pembuat kartu tanda pendukung meminta izin lebih dulu ke Prabowo dan Sandiaga. Pasalnya, pembuatan kartu dukungan itu akan berdampak pada nama baik Prabowo maupun Sandiaga.

"Apabila kegiatan-kegiatan ini tetap saja dilakukan, maka atas petunjuk Pak Prabowo kami akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk itu," kata Sufmi Dasco.

#Prabowo   #sandi   #ktp   #gerindra   #pendukung   #bpn   #relawan