TAJUK: Peredaran Narkoba Semakin Merajalela Selamatkan Indonesia

***
TAJUK: Peredaran Narkoba Semakin Merajalela Selamatkan Indonesia

Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar narkoba internasional. Pelaku kejahatan ini pun sangat berani mengambil risiko demi keuntungan yang besar. Buktinya kasus penyelundupan narkotika dan obat terlarang di Indonesia terus meningkat setiap tahun. 

Tak hanya itu, baru-baru ini Badan Narkotika Nasional (BNN) wilayah Sumatera Utara menyita sebanyak 70 bungkus sabu dengan berat 81,862 kg dan 20 bungkus ekstasi dengan jumlah 102.657 butir berasal dari Malaysia. Jumlah yang sangat besar.

Sebelumnya Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek rumah di Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat yang diduga menjadi pabrik sabu. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap satu orang tersangka berinisial MS (42). 

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (23/06/19), MS diamankan saat kedapatan sedang beraktivitas memproduksi atau memasak Sabu. 

Sementara perang melawan narkoba terus dilakukan. Sejumlah pelakunya sudah ditembak mati dan sudah banyak yang dijatuhi hukuman berat. Ternyata peredaran narkoba di Indonesia masih terus marak. Para Bandar dan gembong narkoba itu tidak peduli dan tidak ada rasa takut bakal ditangkap aparat hukum.

Kondisi ini semakin menggambarkan Indonesia terancam oleh bahaya narkoba dan menjadi destinasi pasar yang luar biasa bagi sindikat internasional.  

Dengan pengungkapan ini, BNN dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menyelamatkan sekitar jutaan pemuda Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Kejahatan narkoba harus dicegah karena menjadi ancaman serius bagi ketahanan ekonomi, keamanan dan kedaulatan setiap negara. Itulah sebabnya, BNN da bea Cukai harus harus lebih efektif menggagalkan penyelundupan narkoba melalui pelabuhan maupun bandara di Indonesia.

Ditangkapnya sejumlah politisi, anggota DPR/DPRD, aparat penegak hukum, kaum intelektual, anak-anak/remaja, generasi muda, semakin membuka mata kita bahwa peredaran narkoba makin mengkhawatirkan. Hal ini juga semakin membuktikan bahwa narkoba sudah masuk ke semua kalangan.

Lebih parah lagi, peredaran narkoba di kalangan remaja makin gila-gilaan. Sekitar 4,7 persen pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengakui pengaruh narkoba telah merambah ke berbagai kalangan. Berdasarkan survei BNN, penggunaan narkoba tercatat sebanyak 921.695 orang adalah pelajar dan mahasiswa.

Kita menginginkan seluruh lapisan masyarakat dapat mewaspadai bahaya narkoba yang sengaja disusupkan oleh berbagai pihak yang dinilai ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Publik berharap pemerintahan Jokowi bisa bersikap tegas lagi terhadap pelaku kejahatan narkoba. Kalau sampai saat ini terkesan ‘adem-adem’ saja, maka mulai sekarang bersikap dan lakukan tindakan tegas, setidaknya berikan hukuman yang berat terhadap mereka, hukuman mati seperti di negara lain.  

Saatnya pula pemerintahan Jokowi bertindak tegas terhadap oknum aparat negara dan oknum pejabat yang terlibat dengan bandar narkoba. Kita setuju nama-nama oknum pejabat itu diumumkan ke publik. 

Itulah sebabnya, ketika ada warga negara yang memberikan informasi kemungkinan adanya keterlibatan petinggi kepolisian, TNI, BIN, dan BNN, dalam kasus narkoba, bukankah sebaiknya informasi itu ditanggapi secara positif untuk memperbaiki diri dan mengungkap siapa saja oknum aparat yang terlibat? 

Apalagi harus diakui, selama ini diranah publik sudah sering terdengar keterlibatan oknum aparat negara dalam peredaran narkoba atau menjadi beking bandarnya. Alasan sederhanya, tidak mungkin para bandar atau kurir narkoba itu bisa dengan mudah masuk ke negeri ini jika tidak dibekingi oknum aparat. Kalau aparat hukum tegas, tentu pelaku kejahatan narkoba tidak akan bisa masuk ke negeri ini. 

Negara ini harus diselamatkan dari kehancuran akibat narkoba. Karenanya pemerintahan Presiden Jokowi harus tegas dan serius mengatasi persoalan maraknya peredaran narkoba di tanah air. Perlu kebijakan yang jelas dan tindakan tegas terhadap para penjahat narkoba, sehingga negeri ini tidak lagi darurat narkoba.

Untuk memberikan efek jera tersangka harus diberikan hukuman berat, hukuman mati,  memaksimalkan upaya pencegahan dan mengeksekusi seluruh tersangka yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Jika tidak, baik pengedar, penyalur maupun pengguna akan tetap marak.

#Narkoba   #bnn   #politisi   #artis