Anggota DPR PDIP Tegaskan Lagi Menteri Adalah Pembantu Presiden

Danial
Anggota DPR PDIP Tegaskan Lagi Menteri Adalah Pembantu Presiden
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait dalam acara Dialektika Demokrasi dengan tema “Plus Minus Paket Menteri Ekonomi di kabinet Jokowi” di Media Center Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Jakarta, HanTer - Kabar santer terus beredar mengenai calon-calon menteri, yang bakal mengisi berbagai jabatan menteri di tengah  kelesuan ekonomi dan ancaman pemutusan hak kerja (PHK) massal.

Berangkat dari hal ini, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait tidak mempungkiri kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini diinginkan masih belum tercapai.

“Memang angka kemiskinan, pengangguran, dan gini ratio memang berkurang, namun angkanya harus lebih signifikan lagi,” ujar Maruarar dalam acara Dialektika Demokrasi dengan tema “Plus Minus Paket Menteri Ekonomi di kabinet Jokowi” di Media Center Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Selain itu, lanjut Maruara, penerimaan pajak juga tidak tercapai. Oleh karenanya harus ada keberanian menciptakan satu langkah yang luar biasa.

“Penerimaan negara 65 persen berasal dari pajak, kalau pajak itu tidak tercapai pasti efeknya tinggi kepada APBN. Kalau penerimaannya tidak tercapai, pasti pengeluarannya juga menjadi tidak maksimal dan hutang negara juga akan bertambah,” papar Maruarar.

Ara sapaan politisi PDIP itu juga menyampaikan, sejumlah menteri di bidang ekonomi saat ini kebanyakan latar belakangnya adalah akademisi dan birokrat. Jarang yang punya background pengusaha.

“Menurut saya sudah saatnya dilakukan kombinasi. Jangan kebijakan-kebijakan Presiden yang sudah pro rakyat malah tidak didukung oleh Menterinya. Sebab Menteri adalah pembantu Presiden, dan yang juga memiliki visi misi adalah Presiden bukan menteri,” tegasnya.