WSM-South Research Belgia Pelajari Sistem Jamsos Ketenagakerjaan RI

Arbi
 WSM-South Research Belgia Pelajari Sistem Jamsos Ketenagakerjaan RI
Kiri-Kanan : Direktur Pelayanan BPJSTK Krishna Syarif , Jereoen Roskams Program Officer Asia Of World Solidarity Movement dan Rekson Silaban Anggota Dewas BPJSTK

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan menerima kunjungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), World Solidarity Movement (WSM) Belgia-Indonesia dan South Research Belgia, di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Rekson Silaban yang menerima kunjungan tersebut menjelaskan secara detail mengenai penyelenggaraan dan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

“Kami dengan senang hati menerima kunjungan ini. Selain untuk menjalin silaturahmi, ini adalah momen yang penting untuk dapat berkoordinasi mengenai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan baik untuk pekerja yang ada di Indonesia maupun yang berkerja diluar negeri sebagai pekerja migran, sekaligus berbagi informasi dengan WSM Belgia-Indonesia dan South Research Belgia mengenai kondisi penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia saat ini,” kata Krishna.

Sejauh ini, jelas Krishna, kesadaran untuk mengikuti program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Indonesia sudah baik, namun tetap dibutuhkan awareness dari masyarakat dan stakeholder terkait, seperti dari KSBSI.

“Kami berharap pentingnya peran tripartit nasional, maupun dunia, supaya menjadi corong di tokoh-tokoh masyarakat betapa pentingnya jaminan sosial. Ini supaya semua sadar negara hadir melindungi dan melayani masyarakat,” katanya.

Sedangkan, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Rekson Silaban memastikan komitmen Indonesia menuju universal coverage atau cakupan semesta kepesertaan jaminan sosial. "Untuk universal coverage itu memang Indonesia terus on the track, jadi target-target peta jalan kita semua bisa lampaui," tandas Rekson.

Dewas BPJS Ketenagakerjaan perwakilan dari unsur buruh ini berharap adanya pertemuan ini menjadi awal bagi WSM dan KSBSI  untuk sama-sama memperjuangkan hak tenaga kerja khususnya dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Di tempat yang sama, Program Officer Asia WSM, Jeroen Roskams menyatakan telah lama menjalin kerja sama dengan KSBSI, dalam memberikan pelatihan dan sosialisasi tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja agar mereka lebih kenal dengan BPJS Ketenagakerjaan dan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk masa depan yang lebih baik.

Sebagai informasi, WSM adalah Non Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Begia yang bermitra dengan berbagai negara termasuk Indonesia. LSM ini fokus dalam memperjuangkan hak-hak buruh diantara adalah hak mendapatkan perlindungan dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sementara South Research adalah Lembaga Independen yang ditunjuk oleh pemerintah Belgia untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja seluruh WSM termasuk kerjasamanya dengan negara lain.

Dalam kesempatan itu, Krishna Syarif juga memaparkan update informasi kepesertaan dan pelayanan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk peserta, per Mei 2019 total peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 50,9 Juta. Sementara,  pencapaian iuran mengalami peningkatan dengan total iuran sebesar 28,5 Triliun yang meningkat sebesar 13,4 persen dari tahun lalu dibulan yang sama.

Krishna juga menjelaskan, sebagai penyelenggaran jaminan sosial ketenagakerjaan, pihaknya tidak hanya fokus terhadap peningkatan kepesertaan namun juga kepada pelayanan untuk peserta.

“Untuk dapat memudahkan layanan, kami telah menyediakan berbagai kanal yang dapat diakses oleh seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan baik berupa kanal fisik dan digital. Selain menyediakan 11 Kantor Wilayah, 123 Kantor Cabang dan 202 Kantor Cabang Perintis di seluruh Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan aplikasi digital BPJSTKU untuk melayani pendaftaran, dan pengecekan saldo,” katanya.

Belum lama ini, BPJS Ketenagakerjaan juga meluncurkan pergantian nomer layanan pelanggan Tanya BPJSTK di nomor 175 untuk dapat memberikan informasi terkait manfaat program perlindungan dan prosedur klaim BPJS Ketenagakerjaan yang beroperasi setiap hari dari jam enam pagi hingga jam sepuluh malam.