Jakarta Seksi dengan Anggaran Besar, Kursi Wagub DKI Jadi Rebutan

Sammy
Jakarta Seksi dengan Anggaran Besar, Kursi Wagub DKI Jadi Rebutan

Jakarta, HanTer - Proses terisinya posisi Wakil Gubernur DKI dinilai terlalu lama. Padahal, berbagai rangkaian proses telah dilalui oleh beberapa kandidat untuk mendampingi Anies memimpin Jakarta. Bahkan kini, berkembang nama-nama baru selain dari kedua nama kandidat yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng, mengatakan, posisi wakil gubernur DKI Jakarta dianggap 'seksi', sehingga diminati banyak tokoh publik.

"Tentunya posisi kepala daerah Jakarta sangat seksi. Sudah tentu, bukan hanya dilihat dari anggaran yang besar saja. Namun berbagai aspek penting," kata Robert di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Ia mengungkapkan, sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia, kota Jakarta memiliki posisi geopolitik yang strategis guna menjadi batu loncatan memperoleh dukungan untuk Pilpres 2024. Terlebih, jabatan wakil gubernur masih tersisa tiga tahun lagi.

Periode tersebut menurutnya, dirasa cukup bagi tokoh publik meraih suara rakyat untuk melaju ke kontestasi politik nasional. Kemungkinan, potensi kepopuleran tokoh muda dalam kontestasi politik 2024 juga bisa terwujud ketika elite parpol yang lebih senior mundur memberikan kesempatan pada tokoh muda.

Selain itu, lanjut dia, posisi wagub DKI tentu masih cukup seksi karena memiliki anggaran yang begitu besar. "Siapapun baik dari swasta maupun tokoh politik pasti akan merasa tertantang untuk bisa mengelola anggaran yang demikian besar mencapai Rp89 triliun," terangnya.

Bukan hanya tertantang mengelola anggaran besar untuk kepentingan rakyat, APBD DKI yang terbesar di Indonesia ini juga menarik bagi tokoh yang mau 'bermain'.

Untuk itu, ia berharap pemilihan wagub bisa berjalan dengan baik tidak hanya melihat sisi politis tetapi juga latar belakang dari para calon wagub.

"Sulit jika keduanya nanti punya tujuan ke depan yang sama dan malah jadi pihak yang berseberangan. Bisa-bisa nanti pecah kongsi dan yang rugi adalah rakyat DKI," tukasnya.

Dua Calon 

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin mengemukakan, peta politik di DKI Jakarta jelas mengikuti dinamika perkembangan politik nasional. Artinya, pemilihan Wagub DKI juga sangat bergantung pada hasil Pemilu.

Menurut Ujang, bisa jadi Gerindra kembali mengambil jatah Wagub pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan.

Pasalnya, apabila caon yang ada yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syikhu dirasa sudah cocok mengisi kursi Wagub, maka tak mungkin kursi DKI 2 ini dibiarkan lowong selama lebih delapan bulan.

"Sampai hari ini belum dipilih (Wagub DKI, red) belum jelas. Artinya, ada kepentingan lain, ada misi lain, katakanlah ada orang lain (ada kader lain, red) ada tokoh lain, bisa saja menyalip dalam detik-detik terakhir, di politik apapun bisa terjadi," ungkap Ujang.

Untuk diketahui, hingga kini pemilihan Wagub DKI masih dalam proses pembahasan tata tertib pemilihan oleh Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub di DPRD DKI Jakarta.

Dua nama cawagub yang berasal dari PKS yakni Achmad Syaiku dan Agung Yulianto. Di sisi lain, nama Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault juga muncul ke permukaan sebagai tokoh yang berminat untuk posisi wagub. Sebelumnya, Adhyaksa juga pernah menjadi kader Partai Gerindra.