Jika Diundang MPR 20 Oktober, Sandiaga Mengaku Bahagia Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Sammy
Jika Diundang MPR 20 Oktober, Sandiaga Mengaku Bahagia Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf
Sandiaga Uno

Jakarta, HanTer - Tanda tanya seputar kehadiran mantan capres-cawapres 2019 Prabowo dan Sandiaga Uno dalam pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 20 Oktober mendatang, kerap mengemuka. Sementara itu, mantan Cawapres Sandiaga Uno mengaku bahagia dan senang jika diundang ke acara pelantikan tersebut.

"Saya akan senang sekali kalau diundang dalam pelantikan tersebut, dan tentunya akan mencocokkan jadwal dengan pak Prabowo agar bisa hadir bersama-sama. Kan yang mengundang MPR ya, kami juga akan sangat bahagia kalau diundang," kata dia di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Akan Hadir

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, belum mengetahui pasti apakah Prabowo bakal menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Oktober mendatang. Namun, ia mengaku yakin Prabowo dan Sandiaga akan memberikan contoh yang baik dengan menghadiri pelantikan tersebut.

"Saya belum tahu, tapi saya meyakini beliau (Prabowo) akan hadir. Karena Pak Prabowo dan juga Bang Sandi patriot dan negarawan sejati. Saya yakin beliau hadir, juga untuk memberikan contoh yang baik," ujar Andre Rosiade di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Senada dengan Andre, Wakil Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Hendarsam Marantoko, juga menyatakan bukan tak mungkin Prabowo akan menghadiri pelantikan tersebut. Sebab menurutnya, proses pelantikan itu merupakan momen yang sakral bagi Jokowi-Ma'ruf.

"Bisa saja pak Prabowo hadir dalam pelantikan nanti, itu lebih sakral, dan memberikan ucapan selamat kepada pak Jokowi-Ma'ruf," kata Hendarsam di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Sebelumnya diketahui, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno absen dalam penetapan Presiden-Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (30/6/2019).

Adapun Jokowi mengaku akan bahagia jika Prabowo dan Sandi hadir dalam pelantikan dirinya dan Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024.Jokowi dan Prabowo belum pernah bertemu sejak pemilihan presiden digelar pada April lalu. 

"Itu yang undang (tamu pelantikan presiden) MPR, tapi saya dan Pak Maruf Amin akan bahagia bila Prabowo dan Sandi datang dalam pelantikan yang akan datang," ujar Jokowi dalam konferensi pers usai rapat pleno penetapan Presiden dan Wapres Terpilih.

Saat ditanya apakah akan bertemu dengan Prabowo-Sandi, Jokowi tak menjawab. Ia justru meminta wartawan menanyakan pertanyaan tersebut kepada Prabowo-Sandi.

Silahturahmi 

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, menilai kedua tokoh yakni Prabowo dan Jokowi perlu bersilaturahmi. Alasan pertama, ujar Ray, keduanya memang bersaing dan berkompetisi, keduanya juga datang dengan parpol yang berbeda, serta menarik dukungan dari pemilih yang berbeda.

"Maka, mendorong mereka untuk rekonsiliasi politik adalah seperti upaya yang kabur. Sebab sejak awal memang keduanya adalah identitas yang berbeda, dan dengan perbedaan itulah mereka berkompetisi dalam pemilu," ujar Ray di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Untuk itu menurutnya, tidak perlu terlalu memaksakan kehendak rekonsiliasi itu dan biarkan saja keduanya dalam identitas yang berbeda, yang satu tetap sebagai petahana dan yang lain adalah penantang.

"Yang perlu kita dorong dan cegah adalah perbedaan itu tidak boleh jadi dasar untuk saling menafikan," ungkap dia.

Ia menyarankan kedua capres ini untuk saling bersilaturahmi saja. Tujuannya, selain untuk menjaga tradisi demokrasi, sekaligus juga untuk mendinginkan suasana. 

KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan berkoordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam mempersiapkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober nanti.

"Ya nanti berkoordinasi antara KPU dan MPR. Persiapannya kami berkoordinasi, tetapi karena pelantikan di MPR dan yang melantik adalah MPR sehingga sebenarnya sebagian besar menjadi ranahnya MPR," tutur Komisioner KPU RI Wahyu Setian di Gedung KPU RI, Jakarta, Minggu.

Untuk pelantikan presiden dan wakil Presiden periode 2019-2024 meskipun masih masuk tahapan Pemilu 2019, tetapi nanti akan dilaksanakan di Gedung MPR. "Jadi sudah terpilih dan belum terlantik. Nanti pada saatnya dilantik oleh MPR pada 20 Oktober 2019," tutur Wahyu.