Lembaga Pengkajian MPR Gelar Round Table Discussion

Danial
Lembaga Pengkajian MPR Gelar Round Table Discussion
Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Rully Chairul Azwar, saat menyampaikan keterangan persnya di Gedung Nusantara IV, MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (1/7/2019)

Jakarta, HanTer - Indonesia sebagai negara yang memiliki ribuan pulau dan sumber daya alam yang melimpah, membuat Indonesia sejak dahulu hingga masa depan akan menjadi rebutan banyak negara.

Karenanya, masalah yang mengancam Indonesia semakin menjadi-jadi ketika dunia semakin terbuka, serta memanasnya hubungan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Rully Chairul Azwar, saat menyampaikan keterangan persnya di Gedung Nusantara IV, MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (1/7/2019) menyebutkan ancaman yang menyerang Indonesia tak lagi kekuatan fisik, perang, namun meluas hingga ancaman perang dagang, narkoba, perdagangan manusia, dan kejahatan transnasional seperti terorisme.

Untuk menyikapi hal yang demikian, tambahnya, Lembaga Pengkajian MPR akan menggelar Round Table Discussion (RTD), Selasa (2/7/2019), di Gedung Nusantara IV dengan menghadirkan 14 pembicara dari pihak yang terkait dan pakar.

“Kepala Staf AD Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf AL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Kepala Staf AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna akan hadir besok,” ujarnya.

Disamping itu, juga  akan hadir sebagai pembicara diantaranya  pakar hukum laut internasional akan hadir Prof. Hasim Jalal, Prof, Hikmahanto Juwana, Kepala Badan Informasi Geospasial Prof. Hasanuddin Zainal Abidin, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Hinca Siburian, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie.

Wakil Ketua Lembaga Pengkajian, M. Jafar Hafsah menambahkan  Indonesia merupakan  negara maritim,  dengan luas wilayah laut mencapai tiga perempat dari luas total Indonesia.

“Kita juga sebagai negara yang memiliki garis terpanjang di dunia yang menunjukan Indonesia sebagai negara yang besar, baik wilayah darat dan laut,” bebernya.

Sedangkangkan Ketua Steering Committee RTD, Pataniari Siahaan,  menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan lembaga pengkajian MPR RI ini sangat relevan bagi pemerintah. Diharapkan masalah-masalah terhadap wilayah negara dan sistem pertahanan dan keamanan dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah.

Untuk menyusun kegiatan tersebut, menurut Pataniari Lembaga Pengkajian telah melakukan diskusi internal  hingga melakukan forum group discussion (FGD) di berbagai tempat.

Diharapkan dalam acara  ini  mampu  mencari solusi terhadap masalah yang timbul dalam menjaga keutuhan NKRI dengan karakter kepulauan yang bercirikan nusantara, Memetakan masalah, mencari solusi dan merumuskan gagasan terkait partisipasi dan syarat keikutsertaan warga negara dalam bela negara serta pertahanan dan keamanan negara, Memetakan masalah, mencari solusi dan merumuskan gagasan terkait implementasi sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang menempatkan TNI dan Polri sebagai kekuatan utama serta rakyat sebagai kekuatan pendukung, Merumuskan gagasan terkait implementasi pemisahan TNI dan Polri sebagai pelaksanaan konsep pertahanan dan konsep keamanan yang terpadu serta  implementasi hubungan kewenangan antara TNI dan Polri dalam menjalankan tugas dan relasi dengan lembaga negara yang lain.

Memetakan masalah, mencari solusi dan merumuskan gagasan terkait perkembangan wilayah negara dan sistem hankam dari aspek ancaman militer maupun non-militer, serta  penguatan upaya mengantisipasi dampak globalisasi serta memanfaatkan kiat dan aksi globalisasi untuk kepentingan penguatan wilayah dan kepentingan nasional.