Prabowo Harus Diselamatkan Dari Para Penumpang Gelap

Sammy
Prabowo Harus Diselamatkan Dari Para Penumpang Gelap

Jakarta, HanTer - Partai Gerindra disebut-sebut harus bersih-bersih internal, menyusul adanya isu penunggang gelap dalam kontestasi Pilpres 2019 lalu. Penunggang gelap yang dimaksud, merupakan kelompok-kelompok yang membelot dalam barisan pasangan calon (Paslon) 02 Prabowo-Sandiaga di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut sempat diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, melalui platform media sosial pribadinya.

Terkait hal itu, Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa, mengatakan, Prabowo Subianto, harus diselamatkan dari penumpang-penumpang gelap yang menungganginya.

Prabowo, kata dia, juga harus dibawa keluar dari lingkaran para pembisik di belakangnya. "Menurut saya Prabowo harus diselamatkan dari penumpang gelap. Para pembisik-pembisiknya itu berbahaya sekali," kata Willy di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Kendati terdapat ada pembisik itu di belakang sosok mantan capres 02 itu, Willy tetap meyakini bahwasanya Prabowo adalah sosok gentlemen. "Kita positif thinking saja, Prabowo bisa menjadi sosok negarawan. Aparat keamanan harus berani libas para penumpang gelap yang mau merongrong kedaulatan NKRI," ucap dia.

Sakit Hati

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta, melihat, para penumpang gelap yang ia cirikan berasal dari lapisan penumpang gelap yang paling berbahaya. Mereka berasal dari barisan sakit hati terhadap tindakan pemerintah era ini yang seakan mendiskreditkan kelompok-kelompoknya.

Selain itu, ada pula barisan sakit hati yang berasal dari peserta Pemilu itu sendiri. Adapun pihak-pihak yang sudah habis materi dan tenaga namun ternyata kalah dalam Pemilu, diprediksi akan meluapkan perasaan emosionalnya.

"Barisan sakit hati ini sangat berbahaya. Maka kita jangan membuatkan momentum dan arena kepada mereka," ucapnya.

Untuk diketahui, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, melalui platform media sosial pribadinya sempat mengungkap adanya isu penunggang gelap dalam kontestasi Pilpres 2019 lalu.

Ia menegaskan, kelompok-kelompok yang membelot, atau dalam bahasanya berkhianat ini, harus segera dibersihkan. 

"Gerindra harus bersih-bersih, gerombolan khianat utamanya," tulis Iwan Sumule di akun Facebook pribadinya, Kamis (27/6/2019).

Lebih lanjut, Iwan juga mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ia menyebut, Prabowo pernah menyatakan agar tidak menjadi seorang pengkhianat jika belum bisa menjadi pahlawan. 

"Kata Prabowo, kalau belum bisa jadi pahlawan, jangan jadi pengkhianat," pungkasnya. 

Sebelumnya, hal serupa juga disampaikan oleh Aktivis Tionghoa Zeng Wei Jian. Melalui tulisan berjudul "Poros Ketiga" yang terbit di Kantor Berita RMOL kemarin (Rabu, 26/6), ia menegaskan ada pihak ketiga di antara dua paslon yang berkontestasi dalam Pilpres 2019 ini.* 

Zeng menjelaskan, pihak ketiga ini sangat kentara saat aksi menolak hasil pemilu curang di depan Gedung Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 lalu. 

"Ada poros ketiga. Bergerak bagai hantu. Dalam gelap. Ngindik-ngindik. Ngais ombak. Anti Jokowi. Enggak Pro Prabowo. Formatnya chaos. Main SARA. Siap korbankan emak-emak. Minta digebuk," tulis Zeng.